Puisi|-Parangtritis dan Pantai Berbatu

 

Parangtritis, 31 Desember 2023. Sumber: Dokumentasi Pribadi.


Detik demi detik tanggal ditikam angin

Tidak ada daun jatuh atau suara anak-anak bermain

Di kejauhan samudera begitu luas, dan aku adalah setitik kecil diatas bukit berbatu di Parangtritis

Hari terakhir di Bulan Desember, Parangtritis tidak hujan

Mendung hitam mencoba melumat laut, tapi naas mendung mati dilumat senja yang datang begitu saja


Aku mencoba menafsirkan banyak puisi yang sengaja kutulis, khusus untukmu

Tentang perkenalan pertama

Tentang pertemuan

Tentang banyak hal yang datang dan pergi dilumat waktu


Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri kita ini apa?

Tapi, terkadang tidak semua pertanyaan menemukan jawabannya

Dan terkadang memang harus dibiarkan begitu saja


Pantai Berbatu, 22 Februari 2024. Sumber: Dokumentasi pribadi.


Orang-orang menyimpan waktu dan ingatan dengan memotret foto

Sementara bagiku, laut dan pantai berbatu adalah memori paling baik untuk mengingatkanku padamu

Setelah kau persilahkan aku masuk pada pintu yang kau tutup rapat-rapat itu

Lantas mengapa kau biarkan aku mengutuki diriku sendiri

Dengan ruang kosong dan kehampaan yang kau berikan padaku


Jika memang kau tidak benar-benar ingin memberikannya

Biarkanlah kita saling mengenal baik, seperti sebelumnya

Tanpa pernah ada pintu yang terbuka untukku, dan isinya hanya ruang kosong dan kehampaan untuk diriku sendiri

Di Parangtritis semua kata ini keluar liar begitu saja

Dan tentu saja, di pantai berbatu itu dimana semua bermula

Lagi-lagi, jika memang kau bukakan pintumu dengan setengah hati biarkan aku pergi

Dan biarkan saja kita seperti ini.



Komentar

Postingan Populer