Puisi|-April: Tentang Percakapan Dua Orang Asing

 Pada malam-malam terakhir kepulangan seorang laki-laki 

Ada rasa yang lebih dingin mengendap di langit-langit rumah

Di rumah dua orang kehilangan bahasa untuk percakapan baru

Padahal, mereka sudah lebih lama bersama 

Tetap saja tak ada hati yang lebih tabah untuk mengalah dan menerima 

Mereka dua orang yang sudah lelah menerjemahkan maksud masing-masing

 Atau sudah terlampau hafal ingin masing-masing 

April singgah di dahi musim kemarau 

Meraung-raung mendamba hujan turun

Tak ada angin yang coba menghimpit waktu

Pertemuan antara dua orang yang sangat cinta

Namun gagal menafsirkan cinta mereka sendiri 

Di ruang tamu anak-anak mereka tetap mencintai mereka, sebagai orang tua

Sebagai ayah

Sebagai ibu 

Tapi mereka sudah ingin beranjak, menyudahi kata-kata yang saling menyakiti 

"Lalu, apakah kau ingin menabur racun pada tambak ikan yang sudah kita bangun bertahun-tahun?" tanya sang perempuan 

"Tapi, bukankah kita hanya akan membunuh ikan-ikan kita secara perlahan. Jika kita terus menerus memberinya sampah, bukan pakan bergizi, bukan vitamin, apalagi kasih sayang" jawab sang laki-laki 

Lalu detik yang bijak datang, menjelaskan semua keadaan dengan baik

Tentang mereka berdua, dan anak-anak 

Tapi ini bukan tentang ikan

Bukan pula tentang tambak 

Ini tentang April, tentang percakapan dua orang asing.


Nganjuk, 14 April 2024.

Komentar

Postingan Populer