Puisi|-Desember: Sajak Seorang Perempuan

Sumber: pexels.com
Desember sampai di hari-hari ujungnya
Memenggal detik demi detik yang rapuh
Dan waktu yang semakin ringkih dalam hela nafas yang semakin kencang
Jantung berdegup bagai irama nyayian angin

Desember menuliskan sajak tentang seorang perempuan pada lanskap langit di sore hari
Dan aku adalah pengecut, yang terjebak pada tatap seorang perempuan
Aku melihat dunia dari sepasang kaca matanya
Dunia yang luas, namun sendu dan menyimpan banyak kesedihan

Desember menjelma riuh laut yang marah
Dan aku adalah pecundang, yang sudah mencongkel luka pada hati seorang perempuan
Seyogyanya, aku tidak berdaya pada harapanku sendiri
Dan memilih membebankannya pada seorang perempuan

Aku tidak ingin mengakhiri semua keindahan ini dengan rasa benci
Sekalipun aku tahu pada sorot matamu, kau masih terluka dan belum sepenuhnya pulih
Maka, tersenyumlah wahai perempuan, walaupun kau sedang berpura-pura didepanku
Biarkan hari-hari terakhir di penghujung Desember ini, menghalau segala tangismu yang sendu

Desember meminjam istilah Sapardi tentang kesepian
Desember meminjam istilah Aan tentang rindu
Desember meminjam istilah Jokpin tentang cinta
Dan aku meminjam istilah Desember, untuk menuliskan sajak ini padamu.

Batuporong, 25 Desember 2023

Komentar

Postingan Populer