Puisi|-Badut Yang Murung
Pukul 12 malam, tepat tengah malam
Angin menelisik masuk disela-sela langit kamarku
Membawa bayang-bayang tentang seorang badut di pertigaan jalan kota ini
Yang menghibur banyak orang, tapi lupa mengibur dirinya sendiri
Aku melihat pada sorot matanya, ia juga manusia biasa
Yang tidak sedang ingin berpura-pura
Yang tidak sedang ingin membuat orang-orang lain tertawa
Namun, apalah daya seorang badut
Banyak yang harus diabaikan, rasa dan nurani
Untuk menghibur orang-orang apatis di pertigaan jalan kota ini
Pukul 1 pagi, aku masih terjaga
Malam masih megah dengan langitnya yang gelap dan pekat
Tiba-tiba aku teringat banyak badut lain yang sama
Namun, badut yang hanya menghibur satu orang saja
Menemani satu orang saja
Mendengarkan cerita satu orang saja
Menjadi apa saja untuk satu orang saja
Dan, kupikir badut tipe ini banyak sekali akhir-akhir ini
Namun, layaknya badut-badut lain
Badut tipe ini pun sama
Seorang pecundang yang pandai menyembunyikan luka
Baginya sudahlah cukup menyembuhkan luka satu orang itu
Tugasnya hanya itu
Dan sembari itu, dia memupuk semakin hebat luka untuk dirinya sendiri


Komentar
Posting Komentar