Puisi|-Badut Yang Murung

 

Sumber: pixabay.com

Pukul 12 malam, tepat tengah malam

Angin menelisik masuk disela-sela langit kamarku

Membawa bayang-bayang tentang seorang badut di pertigaan jalan kota ini

Yang menghibur banyak orang, tapi lupa mengibur dirinya sendiri


Aku melihat pada sorot matanya, ia juga manusia biasa

Yang tidak sedang ingin berpura-pura

Yang tidak sedang ingin membuat orang-orang lain tertawa

Namun, apalah daya seorang badut

Banyak yang harus diabaikan, rasa dan nurani

Untuk menghibur orang-orang apatis di pertigaan jalan kota ini


Pukul 1 pagi, aku masih terjaga

Malam masih megah dengan langitnya yang gelap dan pekat

Tiba-tiba aku teringat banyak badut lain yang sama

Namun, badut yang hanya menghibur satu orang saja

Menemani satu orang saja

Mendengarkan cerita satu orang saja

Menjadi apa saja untuk satu orang saja

Dan, kupikir badut tipe ini banyak sekali akhir-akhir ini


Namun, layaknya badut-badut lain

Badut tipe ini pun sama

Seorang pecundang yang pandai menyembunyikan luka

Baginya sudahlah cukup menyembuhkan luka satu orang itu

Tugasnya hanya itu

Dan sembari itu, dia memupuk semakin hebat luka untuk dirinya sendiri


Komentar

Postingan Populer