Puisi|-Izinkan Aku Mengakatannya
Bagaimana aku mengatakannya?
Selalu getir dan getar, dada ini gemetar
Entah berapa kali aku berperang dengan kepalaku sendiri
Di lorong-lorong kecil, di langit-langit kamar kostku
Dimana-mana
Bayangmu mewanan hati dan pikiran, memenjarakanku pada sunyi dan ganjil yang asing
Beberapa kali, di tahun-tahun yang lalu kupikir aku selalu bisa melewati perasaan itu tanpa mengungkapkannya
Tapi, pertemuanku denganmu berbeda
Kamu tidak bisa hilang, kamu menetap pada ruang kecil dalam diriku yang sengaja ku kosongkan dan biarkan kesepian
Bagaimana aku mengatakannya?
Selalu, kau masuk dan mengobrak-abrik semuanya
Apakah aku harus menanggalkannya lagi, seperti rasa-rasa yang lalu, seperti tahun-tahun yang lalu
Aku tidak pernah terbayang, rasa mengendalikanku sejauh ini
Di kota kecil yang dikepung laut kumuh
Aku tidak pernah membayangkan bertemu dengan seseorang secepat ini, dan menempatkannya begitu saja pada ruang kosong diriku yang hampa dan tidak berwarna
Aku dengan lancang sudah menempatkan namamu, pada ruang itu
Sehingga ia tidak lagi kosong, sehingga ia tidak lagi menjadi penjara kesepian
Kamu tahu, kesepian adalah rantai yang menawan tuannya dengan brutal sehingga ia tidak bisa bergerak dan hanya terdiam
Aku sudah biasa hidup dengan kesepian
Aku sudah biasa hidup dengan kesendirian
Dengan monokrom, hidup tanpa warna dan hanya berpikir rasional bagaimana masa depan cerah dapat diwujudkan
Tapi, kamu datang begitu saja tanpa pernah kuduga
Kamu menghancurkan benteng yang sudah kubangun bertahun-tahun
Persetan prinsip itu, persetan mimpi itu
Kedatanganmu, membuat segala prioritasku berubah
Mimpiku berubah
Karena sekarang, yang ingin kugapai bukanlah sendiri menjemput masa depan yang indah
Tapi, menjemput masa depan yang indah itu, menjemput mimpi itu bersama kamu
Waktu dan ruang
Angin dan udara
Rasa dan karsa
Izinkan aku mengatakannya
Izinkan mengatakannya, sekarang
Aku mencintaimu..................................
Selalu getir dan getar, dada ini gemetar
Entah berapa kali aku berperang dengan kepalaku sendiri
Di lorong-lorong kecil, di langit-langit kamar kostku
Dimana-mana
Bayangmu mewanan hati dan pikiran, memenjarakanku pada sunyi dan ganjil yang asing
Beberapa kali, di tahun-tahun yang lalu kupikir aku selalu bisa melewati perasaan itu tanpa mengungkapkannya
Tapi, pertemuanku denganmu berbeda
Kamu tidak bisa hilang, kamu menetap pada ruang kecil dalam diriku yang sengaja ku kosongkan dan biarkan kesepian
Bagaimana aku mengatakannya?
Selalu, kau masuk dan mengobrak-abrik semuanya
Apakah aku harus menanggalkannya lagi, seperti rasa-rasa yang lalu, seperti tahun-tahun yang lalu
Aku tidak pernah terbayang, rasa mengendalikanku sejauh ini
Di kota kecil yang dikepung laut kumuh
Aku tidak pernah membayangkan bertemu dengan seseorang secepat ini, dan menempatkannya begitu saja pada ruang kosong diriku yang hampa dan tidak berwarna
Aku dengan lancang sudah menempatkan namamu, pada ruang itu
Sehingga ia tidak lagi kosong, sehingga ia tidak lagi menjadi penjara kesepian
Kamu tahu, kesepian adalah rantai yang menawan tuannya dengan brutal sehingga ia tidak bisa bergerak dan hanya terdiam
Aku sudah biasa hidup dengan kesepian
Aku sudah biasa hidup dengan kesendirian
Dengan monokrom, hidup tanpa warna dan hanya berpikir rasional bagaimana masa depan cerah dapat diwujudkan
Tapi, kamu datang begitu saja tanpa pernah kuduga
Kamu menghancurkan benteng yang sudah kubangun bertahun-tahun
Persetan prinsip itu, persetan mimpi itu
Kedatanganmu, membuat segala prioritasku berubah
Mimpiku berubah
Karena sekarang, yang ingin kugapai bukanlah sendiri menjemput masa depan yang indah
Tapi, menjemput masa depan yang indah itu, menjemput mimpi itu bersama kamu
Waktu dan ruang
Angin dan udara
Rasa dan karsa
Izinkan aku mengatakannya
Izinkan mengatakannya, sekarang
Aku mencintaimu..................................

Komentar
Posting Komentar