Puisi|-Saat Sepi Ada Kota di Kepalaku
Tak ada percakapan malam iniTak ada orang yang singgah
Atau sekedar menumpang ke kamar mandi
Tidak ada
Di rumah lebih banyak bunyi yang senyap
Ketimbang bunyi yang bersuara
Kipas angin mendesing
Jam dinding tua, yang sudah bosan kudengar detaknya
Sementara di dapur tikus-tikus berpesta pora, mengacak-acak keranjang sampah
Dan aku berputar-putar dalam kota di kepalaku
Di sudut kota itu kulihat pantai dan suara ombak membabibuta
Dan angin yang menyisir nyiur kelapa, bagai rambut bocah yang dirapikan ibunya
Kulihat pula anak-anak pesisir berlari di tepian dermaga, bermain air dan ditelan laut
Sementara di tengah kota, kulihat lampu-lampu kota redup
Dan kafe-kafe mulai tutup
Tak kulihat pula para gelandangan dan pedagang asongan di trotoar, yang biasanya tumbuh subur bagai jamur di musim hujan
Dan aku kembali ke rumah,
Bersama tubuh dan pikiranku sendiri
Kudapati di rumah ini masih sepi, sunyi, dan aku sendiri.

Komentar
Posting Komentar