Puisi|-Persepsi Tentang Waktu
Waktu ialah kemewahan, memaki-maki orang kaya yang diperbudak uang dan siklus yang dibuatnya sendiri. Sementara bagi orang miskin, waktu bukanlah apa-apa. Orang miskin tidak menitipkan nasib pada waktu. Orang miskin tidak mengemis dan menyesali waktu. Waktu adalah kemewahan, yang tidak berharga bagi orang miskin. Waktu adalah pualam, berpencar, berpendar dan berputar-putar ke segala penjuru yang dikuasai ketamakan dan keserakahan.
Kau tahu, orang kaya sibuk mengumpulkan uang untuk membeli waktu, tapi mereka kehilangan waktu itu sendiri dan hanya mendapatkan uangnya. Sementara, orang miskin selalu berpikir uang dapat membeli kebahagiaan, tanpa pernah berpikir waktu itu berharga. Namun, waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah kembali. Seyogyanya kita mencintai waktu karena prinsip itu. Karena semuanya yang telah pergi dan berlalu, hanya dapat dilihat lewat foto dan kenangan. Tanpa pernah dirasakan lagi, tanpa pernah dialami lagi.
Kebanyakan persepsi manusia tentang waktu adalah omong kosong. Begitu juga dengan ini, mungkin ini hanyalah sebuah omong kosong dan bualan. Tapi yang jelas, satu-satunya hal yang tidak bisa dikendalikan kepergiannya adalah waktu. Lalu, apakah kita biarkan semuanya pergi dengan kesia-siaan. Atau kita persiapkan sebaik mungkin, dan kita tidak pernah menyesali waktu yang pergi membawa semuanya.

Komentar
Posting Komentar