Puisi|-Kejutan Desember
Akhir Desember langit masih menjadi lanskap gelap. Menyimpan pilu dan sakit yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Kau tahu, Desember memang bulan kejutan. Tapi, saya tidak pernah menyangka kejutannya akan seperti ini. Kukira kamu adalah kejutan yang saya harapkan. Seperti kedatanganmu di awal Oktober yang mengubah semuanya. Tapi, masa lalumu masih terlalu berat untuk saya yang bukan siapa-siapa, bukan apa-apa.
Padahal, sedikit lagi saya akan mengatakan semuanya, menyatakan semuanya. Menjemput kamu sebagai kejutan indah di bulan Desember. Tapi, saya sendiri di kejutkan oleh Desember. Bahwa, ternyata kamu masih berusaha sembuh dari masa lalu. Maka, biarkan saya terima kejutan Desember ini. Membiarkanmu sembuh dan mengobati lukamu sendiri tanpa saya. Biarkan saya patah dan hancur, bagai puing-puing bangunan tua yang dilahap angin. Biarkan saya dan kamu, berjalan masing-masing seperti yang kamu inginkan.
Walaupun saya sangat ingin mengatakan semua rasa ini dengan jujur, secepatnya. Tapi, saya tidak mau hanya karena keegoisan ini. Kamu tidak bahagia dan memaksakan kesembuhan. Bagi, saya kebahagiaanmu lebih penting daripada rasa sakit saya.

Komentar
Posting Komentar