Puisi|-Jogja dan Manifestasi Kenangan

Ada banyak letupan-letupan luka dan tangis

Di koridor-koridor losmen antik

Berjajar di jalan-jalan Jogja yang lengang

Dan sudah lama tidak lagi membuka kotak pandora

Yang sengaja ditutup dan dikunci di gudang tua

Sudah lama tak menyapa foto dan bahasa di langit-langit rumah joglo

Sudah lama melupa

Terlalu memaksa, mengintervensi dan mengekang

Tanpa sehelai nafas untuk menghirup kemauannya sendiri, keinginannya sendiri

Dan seseorang telah bertahun-tahun terjebak dalam prasangka yang salah tentang seseorang

Tapi angin datang dari sudut-sudut kota ini, kota yang diciptakan Tuhan saat tersenyum

Lalu, saat semua prasangka-prasangka seorang pembenci tidak pernah jujur

Dan seorang pembenci menjadi ramah melihat masa lalu di bingkai kecil losmen itu

Sementara seorang pemurung terus saja meratap dan menyesal

Rasanya tak kan pernah sama, sampai kapanpun juga

Dan di belakang losmen ini, tepat dibawah pohon sawo

Jogja dan manifestasi tentang kenangan akan selalu hidup

Entah bagi para pembenci

Entah bagi para pemurung.

Komentar

Postingan Populer