Puisi|-Bangkalan dan Pertemuan Yang Tidak Pernah ku Duga


Selama ini aku tidak pernah menyangka pertemuan datang di kota ini. Kota kecil dengan lautan membentang, pantai berbatu, dan tambak mangrove dimana-mana. Aku tidak pernah, membayangkan seseorang datang di kota ini. Membawa warna-warna, di hidupku yang sudah lama monokrom. Di kampus 3,5 tahun ini, aku tidak pernah sekalipun berfikir kampus akan membawa pertemuanku denganmu. Selama ini, aku hanya berfikir kampus adalah pergulatan dan perkelahianku dengan diriku sendiri. Tentang pembuktian dan ego, serta mimpi-mimpi. Tapi semenjak kau datang, untuk pertama kalinya dalam seumur hidupku, aku merasakannya, aku mengalami perasaan itu.

Angin berhembus dari pelabuhan timur, membawa pesan dan bayang-bayang parasmu. Pelabuhan timur, bagiku dulu tidak lebih dari tempat asing. Tapi, baru saja setelah aku tahu rumahmu di dekat sana. Pelabuhan timur menjelma menjadi kota tua, yang seakan menarikku untuk kembali lagi.

Jatuh cinta membuat sebagian orang kehilangan separuh dari dirinya sendiri. Begitupun juga aku, entah berapa bagian dari diriku sendiri yang sudah tidak ku kenali lagi. Tiba-tiba aku merasa benci dengan kesepian dan kesendirian. Padahal dulu, kesepian dan kesendirian menjelma dalam diriku sendiri. Aku tidak tahu, mengapa pikiranku tentangmu selalu membelengguku dalam berjuta rasa yang tidak pernah ku ketahui sebelumnya. Kadang-kadang aku merasa telah menggapai puncak gunung tertinggi, lalu kemudian terhempas ke dasar jurang dengan kehampaan. Aku tidak pernah menyangka. Di Bangkalan, di kota kecil ini. Aku bertemu denganmu, sebuah pertemuan yang tidak pernah ku duga.

Komentar

Postingan Populer