Puisi|-Sebuah Momentum

 Dan angan-angan memburai menafsirkan sepenggal demi sepenggal rasa sakit

Dijamahnya ketakutan-ketakutan dengan pertanyaan getir

Namun sukmanya selalu tersiksa saat berjumpa di persimpangan jalan

Ia tertatih menerjemahkan maksud

Dipunngutnya helai demi helai, lembar demi lembar ingatan di belantara masa lalu

Namun naas ingatan logikanya memberontak mengunci semuanya

Sementara batinnya sendiri masih mencoba memanipulasi fakta

Dan ia terus termenung dalam diam yang sunyi

Terus berkelahi dengan logika dan batinnya sendiri

Merumuskan, menghitung atau setengah berintuisi

Dan ia hanya butuh satu hal untuk mengakhiri semua kegilaan ini

Sebuah momentum.

Komentar

Postingan Populer