Puisi|-Suara Senja Yang Bisu Di Jalanan Negeri Ini
Dan di jalanan senja menjelma suara purba yang bisu.
Yang kalut, takut mengejawantahkan rupanya sendiri.
Sementara daun-daun yang gugur di perjalanan memenggal kepalanya, takut menafsirkan maknanya sendiri.
Dan kau yang di persinggahan jalan adalah pengecut terbesar, yang bersembunyi dibalik pola pikir dan bayang-bayang yang kau buat sendiri.
Sementara sopir-sopir bus kota sibuk memaki, sementara para kenek sibuk membual sambil mengambili recehan
Para penumpang bercerita tentang ekspektasi atau sekedar mencaci realita hari ini
Dan di jalanan negeri ini kita lebih sering mendengar serapah dari mulut-mulut yang jujur
Atau lebih tepatnya mulut-mulut yang sudah lelah dibungkam realita
Senja terus mengiring bus kota menuju pemberhentian fisik
Tapi cerita-cerita realita dalam bus kota kala senja tidak akan pernah berhenti
Selalu dan akan terus memintal kata-kata dalam suara yang bisu
Suara senja yang bisu di jalanan negeri ini

Komentar
Posting Komentar