Puisi|-Semesta Menyanyi Sumbang
Dan malam tertawa dengan
angkuh, mengolok-olok pagi
Angin bersenyawa dengan
langit, berkompromi, mencoba menerjemahkan suara
Dalam kegelapan seorang
muda menafsirkan mimpinya sendiri
Hening dan sunyi bersekutu
mencoba membungkam kata
Sementara semesta hanya
bernyanyi, dan menyiratkan kesannya
Kebenaran adalah citra
yang coba direkayasa
Mereka dan kita terkadang
sama saja
Terus saja mengusik,
terus saja mengacaukan alam
Entah untuk kekuatan,
entah untuk pembuktian, atau moral yang disisipkan dibalik istilah “Mencintai
Alam”
Entalah mereka dan kita
sama saja
Dan di hutan pepohonan
tetap menari diatas rimbanya sendiri
Awan melahirkan hujan,
hujan yang beranak pinak
Namun bukan hujan yang
menumbuhkan, tapi hujan yang merusak memporak-porandakan daratan
Mencipta tangis, lara,
dan nestapa
Sementara semesta masih
tetap menyanyi, tapi kali ini dengan nada sumbang
Yang dipenuhi kegetiran,
yang dipenuhi sindiran
Semoga mereka dan kita
mendengar nyayian semesta.


Komentar
Posting Komentar