Puisi|-Semesta Menyanyi Sumbang

 

Sumber:www.dslalawfirm.com 

Dan malam tertawa dengan angkuh, mengolok-olok pagi

Angin bersenyawa dengan langit, berkompromi, mencoba menerjemahkan suara

Dalam kegelapan seorang muda menafsirkan mimpinya sendiri

Hening dan sunyi bersekutu mencoba membungkam kata

Sementara semesta hanya bernyanyi, dan menyiratkan kesannya

Kebenaran adalah citra yang coba direkayasa

Mereka dan kita terkadang sama saja

Terus saja mengusik, terus saja mengacaukan alam

Entah untuk kekuatan, entah untuk pembuktian, atau moral yang disisipkan dibalik istilah “Mencintai Alam”

Entalah mereka dan kita sama saja

Dan di hutan pepohonan tetap menari diatas rimbanya sendiri

Awan melahirkan hujan, hujan yang beranak pinak

Namun bukan hujan yang menumbuhkan, tapi hujan yang merusak memporak-porandakan daratan

Mencipta tangis, lara, dan nestapa

Sementara semesta masih tetap menyanyi, tapi kali ini dengan nada sumbang

Yang dipenuhi kegetiran, yang dipenuhi sindiran

Semoga mereka dan kita mendengar nyayian semesta.

 

 

 

 

 


Komentar

Postingan Populer