Puisi|- Malam ke-365 dari Hari ke-365
Malam ini disudut sebuah kedai,aku menunggu malam ke-365 dari hari ke-365
Bersama riuh denting knalpot di jalanan,dan secangkir kopi panas
Aku menunggu kedatangan yang menggantikan kepergian
Yang selalu rutin dibarengi perayaan
Malam ke-365 dari hari ke-365 yang berbeda
Karena perjalanan menuju angka ke-365,begitu rumit dan pelik
Namun perayaan tetap sama,tak ada bedanya dari perayaan-perayaan sebelumnya
Manusia tetap memutar musik,dan mengenang memori-memorinya selama 365 hari terlewat
Seperti biasa pula kembang api dan terompet menjalar di sudut-sudut kota
Namun,aku menilisik remang-remang lampu pijar di sudut kedai yang ku singgahi
Mencoba mengingat-ingat berapa juta detik,yang kulewati tanpa arti
Dan kuingat detik sebentar lagi terhenti
Di persinggahan ke-31.536.000
Dan pada angka itu kita semua dapat melepas kepergian dengan kedatangan
Selamat berganti
Selamat datang hari ke-1
Sampai jumpa hari ke-365.

Komentar
Posting Komentar