Puisi|- Dimana Ketakutan Itu?
Diam menghabisi kata
Membiarkan senyap mengunci suara
Pandang
Sentuhan
Desau
Dan kemarahan angin
Kumpulan kebisuan yang tersembunyi
Memporak-porandakan malam
Bahkan embun enggan turun,diterpa ketakutan oleh penafsirannya sendiri
Lihatlah sepi mencekam!
Mencekik harapan pagi
Dan mimpi-mimpi esok
Yang terjerembab di ranjang kemalangan
Hanya kekalutan dan kekacauan berpikir yang membabibuta
Yang tak memungkinkan kita menanam biji keberanian
Karena kita sendiri telah menghabisinya
Pedagang-pedagang yang kehilangan pasar
Nelayan-nelayan yang kehilangan perahu
Hingga seorang pelukis yang lupa membubuhkan cat tulis
Itu hanya sebagian kecil dari yang terlihat
Karena yang tersembunyi dari ketakutan-ketakutan lainnya lebih dari itu
Lebih dari lembah pikir
Lebih dari jurang intuisi
Lebih dari naluri
Lebih daripada hati yang mencari makna
Di kedalaman lautan tanya
Dimana?
Membiarkan senyap mengunci suara
Pandang
Sentuhan
Desau
Dan kemarahan angin
Kumpulan kebisuan yang tersembunyi
Memporak-porandakan malam
Bahkan embun enggan turun,diterpa ketakutan oleh penafsirannya sendiri
Lihatlah sepi mencekam!
Mencekik harapan pagi
Dan mimpi-mimpi esok
Yang terjerembab di ranjang kemalangan
Hanya kekalutan dan kekacauan berpikir yang membabibuta
Yang tak memungkinkan kita menanam biji keberanian
Karena kita sendiri telah menghabisinya
Pedagang-pedagang yang kehilangan pasar
Nelayan-nelayan yang kehilangan perahu
Hingga seorang pelukis yang lupa membubuhkan cat tulis
Itu hanya sebagian kecil dari yang terlihat
Karena yang tersembunyi dari ketakutan-ketakutan lainnya lebih dari itu
Lebih dari lembah pikir
Lebih dari jurang intuisi
Lebih dari naluri
Lebih daripada hati yang mencari makna
Di kedalaman lautan tanya
Dimana?

Mantap Bang
BalasHapus