Experience|- My Autobiografi

Nama saya Ilham Dwi Apriyan,saya biasa dipanggil Ilham.Saya lahir pada 23 April 2002,17 tahun yang lalu dari sekarang.Saya anak ke-2 dari 2 bersaudara,namun kakak saya meninggal saat masih bayi.Jadilah saya anak satu-satunya dalam keluarga.

 

   Ayah saya bernama Sadikin.Beliau seorang buruh serabutan,apapun pekerjaan yang bisa dilakukan akan dikerjakan beliau.Bila ada yang menyuruh bertani beliau akan melakukannya,bila ada yang menyuruh membangun rumah beliau akan melakukannya,dan bila ada yang menyuruh melakukan pekerjaan apapun asalkan halal beliau juga akan melakukannya.


Ibu saya bernama sudarmini,beliau ibu rumah tangga biasa.Sedari kecil ibu saya merawat saya dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,beliau mendidik saya agar menjadi anak yang berpendirian.Beliau tidak membela saya saat saya  salah,namun beliau menerangkan kepada saya bahwa apa yang saya lakukan itu salah.


Saya tinggal di daerah pedesaan.Tepatnya di RT 03/RW 03,Dusun Kates,Desa Pacewetan,Pace,Nganjuk.Wilayah di Desa saya dipenuhi area persawahan,mayoritas mata pencaharian warga kami adalah petani.


Saya memulai pendidikan saya sejak saya masuk Raudatul Atthfal An-nur Gemenggeng(Semacam TK)saat saya berusia 5 tahun.Di tempat ini saya tidak hanya diajarkan tentang ketrampilan dasar membaca dan menulis,yang merupakan materi umum.Tapi,disini saya juga diajarkan tentang materi agama seperti:Kumpulan do'a-do'a,hafalan nama-nama Nabi dan rasul,hafalan Asmaul Husna,serta beberapa surat pendek.


Setelah 1 tahun menumpuh pendidikan di RA An-nur Gemenggeng,saya melanjutkan pendidikan dasar di Yayasan yang sama yaitu:Madrasah Ibtidaiyah An-nur Gemenggeng(setingkat SD).Sama seperti saat di RA,pembelajaran di MI selain menekankan tentang pengetahuan umum,disini saya juga dibekali dengan ilmu-ilmu agama yang tertuang dalam berbagai macam pelajaran seperti:Al-Quran Hadist,Fiqih,Akidah Ahklak,Bahasa Arab,dan Sejarah Kebudayaan Islam.


Ada cerita menarik saat saya duduk bangku kelas 3,saat itu sekolah mendirikan ekstrakulikuler wajib baru  yaitu:Pramuka.Saya sangat membenci kegiatan tersebut karena siswa kelas 3-6 diwajibkan untuk mengikutinya,waktu bermain saya menjadi korban.Pada minggu pertama kegiatan itu saya tidak mengikutinya,saya lebih memilih bermain daripada mengikuti kegiatan yang menurut saya tidak penting.Akhirnya keesokan harinya dihukumlah siswa yang tidak mengikuti kegiatan wajib tersebut,saya termasuk didalamnya.Minggu kedua kegiatan pramuka diadakan dengan sangat terpaksa saya mengikutinya,dengan niat agar tidak dihukum.Setelah saya masuk kenyataan menepis pemikiran buruk saya tentang pramuka,ternyata pramuka adalah kegiatan yang sangat seru dan menyenangkan.Di dalam pramuka selain diajarkan tentang macam-macam materi,ternyata kita juga diajarkan tentang arti kebersamaan dan kekompakan lewat bermain,serta interaksi dan mencintai alam.Sejak saat itu saya mulai mengenal pramuka,sejak saat itu pula saya tidak pernah absen mengikuti kegiatan tersebut sampai saya kelas 6.



Setelah saya lulus dari  bangku sekolah dasar,saya melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.Saya masuk ke Madrasah Tsanawiyah NU Joho,di sekolah ini saya tidak menemukan kesulitan yang berarti untuk beradaptasi karena semua mata pelajarannya sama persis dengan mata pelajaran sekolah dasar.Di sini saya masih menemukan pelajaran-pelajaran agama,karena memang fungsi dari MTs adalah memberikan materi umum dan agama dengan seimbang.


Saat saya kelas 7 semua siswa diwajibkan mengikuti kegiatan pramuka,saya yang sudah sangat mengenal pramuka dengan senang hati dan tanpa terpaksa mengikuti kegiatan ini.Pada saat saya kelas 8 saya diangkat masuk tim inti pramuka atau biasa lebih dikenal sebagai Dewan Galang,hingga saya lulus dari bangku MTs saya telah mengikuti beberapa even perkemahan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi.Pencapaian tertinggi saya adalah ketika mengikuti Penjelajahan tingkat Jawa Timur di Ponorogo(JS Scout II 2016).


Saya melanjutkan jenjang berikutnya di tingkat SMA,saya memilih SMA Negeri 1 Pace sebagai pelabuhan saya.Saat awal masuk saya cukup kaget,karena disini hanya diberi materi umum dan hanya satu materi agama.Seperti ada sesuatu yang hilang dalam diri saya,kalau biasanya selain mendapat pencerahan pikiran lewat pelajaran umum saya diberi penyeimbang dengan pencerahan hati lewat pelajaran agama.Namun di sini,saya merasa pikiran ini diperas dan dipacu untuk mencapai sebuah tujuan.Tapi,itulah resiko yang saya ambil saat memilih pendidikan di sekolah umum.


Di sekolah ini pun saya masih melanjutkan hobi saya dengan mengikuti ekstrakulikuker pramuka,saat ada pemilihan calon anggota baru ekstra pramuka saya dengan semangat mengikutinya.Pramuka bagi saya adalah jiwa yang tak mungkin dapat berpisah dari saya.


Pada saat saya kelas 11 Organisasi Kepengurusan Ekstra Pramuka berganti,dan saya dipercaya menjadi Ketua Ekstra Pramuka Periode 2018/2019.Senang rasanya saya mendapat amanah tersebut,tapi disisi lain saya tahu tugas yang saya emban sangat berat.Alhamdulillah sampai saya purna dari jabatan sebagai Ketua Ekstra Pramuka,saya mampu mengemban tanggung jawabnya saya dengan baik.


Sekarang di kelas 12 ini saya ingin menyelesaikan studi saya dengan baik,dan berusaha memberikan apa yang bisa saya lakukan untuk mencapai tujuan saya.

Komentar

Postingan Populer