Cerpen|- Pariwisata sambil Bersilaturahmi
Celah-celah sinar terbit di sudut cakrawala.Dari balik hamparan hijau padi mentari merangkak meninggi,memunculkan sang pagi.Ayam-ayam jantan berkokok,Induk ayam dan anak-anaknya berlarian tak keruan kepayahan mencari makan.Suasana pagi yang indah mengawali hari keluarga kecil itu.Ari,Ibu,dan Bapaknya,itulah mereka.Mereka hanya hidup bertiga,Ari adalah anak satu-satunya di keluarga itu.Mereka sekeluarga sedang bersiap untuk pergi kerumah nenek Ari di Tuban.
Sudah sejak 2 tahun lalu keluarga itu tidak mengunjungi tempat nenek Ari karena tidak punya biaya,biasanya setiap idul fitri mereka selalu pergi ke Tuban.Namun untuk tahun ini tidak pada saat idul fitri mereka datang,disaat liburan sekolah dan rezeki telah digenggam mereka datang untuk bersilaturahmi membayar kontan momen idul fitri yang tidak sempat dinikmati selama 2 tahun ini.Sebuah ironi memang melihat susah payahnya keluarga Ari agar bisa mengunjungi neneknya,namun apa mau dikata pekerjaan Bapaknya yang hanya kuli serabutan membuat mereka harus menerima keadaan.Untuk datang ke Tuban saja,keluarga itu harus menabung selama 5 bulan.
"Alhamdulillah ya bu,ri,kita bisa silaturahmi ke Tuban"
"Iya pak,ini nikmat yang luar biasa banget buat kita.Aku sudah kangen banget sama nenek,pak"ujar Ari.
"Ibu,juga kangen sama nenek nak.Kita sudah lama sekali ndak ketemu beliau,pasti beliauseneng banget ketemu kita"
"Yo wes,ayo sekarang kita berangkat!Bawa barang-barangnya kita nunggu bis yang lewat didepan"Ucap Bapak Ari.
Mereka bertiga membawa barang-barangnya dan berjalan beberapa langkah menuju depan rumah,kurang lebih 15 meter dari rumah mereka adalah halte bus didepan halte itu terbujur jalan raya besar dimana puluhan bis jurusan Kediri-Nganjuk biasa lewat.Setelah menunggu beberapa lama bis yang ditunggu-tunggu datang.Dari kejauhan bis itu terlihat bergerak sedang,Bapak Ari yang melihat bisnya spontan menganyun-anyunkan tangan sebagai tanda pemberhentian."itu bisnya sudah datang,ayo cepat angkat barang-barangnya kita masuk bis!"Ujar Bapak Ari.
Mereka satu persatu naik kedalam bis,barang-barang mereka tempatkan dibawah tempat duduk.Bapak dan ibu Ari duduk berdua,sementara Ari duduk sendirian dengan penumpang lain.
*****
Sesampainya di Terminal Anjuk Ladang Nganjuk,mereka langsung mencari pangkalan bus jurusan Bojonegoro.Perjalanan mereka bertiga memang cukup jauh,nanti setelah sampai di Terminal Bojonegoro mereka harus menaiki bus lagi jurusan Tuban,baru mereka sampai di rumah nenek Ari.
Perjalanan yang sangat jauh tersebut di lalui keluarga kecil itu dengan senang hati,mereka sangat menikmati untaian detik kebersamaan di momen yang cukup jarang.Naik bus bersama menuju rumah nenek Ari dianggap sebagai liburan terindah,yang tiada duanya.Di dalam bus sepanjang perjalanan mereka menikmati hamparan pegunungan hijau dan persawahan, yang juntai-menjuntai berjajar terlihat di kanan dan kiri bus yang mereka naiki.Pemandangan persawahan dan pegunungan memang sudah biasa mereka lihat,ketika mereka merawat sawah mereka di Nganjuk.Namun pemandangan kali ini cukup elit,di dalam bus seperti sebuah mimpi bisa berpariwisata sambil bersilaturahmi.
"Pemandangannya indah banget pak,bu"Ujar Ari
"Bener banget ri,biasanya kita cuman ngelihat pegunungan dan sawah biasa aja pas waktu dirumah.Tapi disini kok rasanya beda ya,kayak lain gitu lho"
"Yo,jelas beda to bu.Wong ini kan kita di dalam bis,bisnya juga jalan jadi kelihatan pemandangannya kayak ada kesan cinematicnya gitu lho"
"Alah bapak sok tau,memangnya bapak ngerti apa itu cinematic?"
"Cinematic itu kayak ada kesan lambat-lambatnya gitu lho bu.Bener ngak ri?"
"Kurang tepat pak,cinematic itu vidio tentang pemandangan alam yang diedit sedemikian rupa supaya kelihatan keren dan bagus banget.Emang cinematic kesannya lambat,tapi bukan cuma itu saja pak.Cinematic juga ada pengaturan cahaya,warna,dan item-item lainnya.Selain itu cinematic juga ada musiknya,jadi kelihatan banget semuanya berkesan hidup dan indah"Terang Ari panjang lebar.
"Wah ruwet tenan penjelasane ri"
"Bapak sih sok tahu.Padahal kan cuma lihat tok,ndak tahu definisinya"Ucap Ibu Ari.
*****
Obrolan yang sangat seru dari keluarga kecil itu,tanpa terasa mengantarkan mereka memasuki gerbang kota Bojonegoro.Jalan raya megah yang ramai dengan lalu lalang mobil dan motor,hiasan warna-warni bergambar(Grafiti)yang saling silang di tembok-tembok toko,serta puluhan gedung tinggi berjajar terlihat didepan mata mereka.Tak terasa bus yang mereka tumpangi telah sampai di terminal,Rajek Wesi Bojonegoro.
"Akhirnya kita sudah sampai bu,ayo turunkan barangnya pelan-pelan.Biar bapak yang bawa"
"Ini pak,tolong dibawa"sambil menyerahkan tas dan beberapa kardus.
Setelah mereka turun dari bus.Mereka bertiga berjalan menuju warung sebuah warung soto,di dekat tempat tunggu terminal tersebut.Warung soto itu cukup spesial bagi kedua orang tua Ari,karena disanalah mereka dipertemukan.
"Pak pesan soto ayamnya tiga ya"Ucap Bapak Ari
"Oh siap,silahkan ditunggu dulu ya"
Mereka duduk di bangku warung soto tersebut,sambil menunggu pesanan datang Bapak dan Ibu Ari mulai bernostalgia dengan tempat bersejarah itu.
"Wah,ini tempat pertama kali kita bertemu lho pak.Kalau ngak ada tempat ini,mungkin kita ngak akan bisa bertemu"
"Iya bu.Dulu saat bapak masih jadi pedagang asongan dan ibu kerja di jadi staff kebersihan di terminal ini,kita ketemu pertama kali saat ngak sengaja makan soto di tempat duduk yang sama"
"Kok bisa gitu to pak,aku baru tahu cerita ini lho.Padahal kita juga sudah beberapa kali makan disini"Sahut Ari.
"Iya ri,kita sengaja rahasia kan soalnya dua tahun lalu kamu kan masih SMP.Kamu masih kecil,masih belum pantas tahu soal cinta-cintaan"Terang Bapak Ari.
"Dulu,kita sama-sama malu ya pak.Ibu suka ketawa-ketawa geli kalau ingat masa muda kita,kita yang dulu sama-sama canggung ternyata dipertemukan sebagai jodoh"
"Iya bu,kita harus bersyukur bisa dapat nikmat yang begitu banyak.Setelah dua tahun kita ngak pulang kampung,akhirnya Allah berkenan mengizinkan kita untuk silaturahmi ke rumah Ibu.Apapun keadaan kita yang susah dan pedih,kita harus tetap bersyukur.Kehidupan tidak harus selaku kita ratapi,kadang kita susah kadang kita senang itu biasa dalam kehidupan.Tapi yang harus kita ingat,kehidupan bukan untuk diratapi melainkan harus tetap kita jalani.Allah pasti ngasih kebahagian buat hambanya sesuai dengan kadar keadilan,jadi kita harus tetap bersyukur"Tutur Bapak Ari.
*****
Setelah selesai menikmati soto,mereka beranjak naik bus jurusan Tuban agar bisa sampai di tujuan mereka rumah nenek Ari.Beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di Jalan raya,tepat di depan rumah nenek Ari.Merekapun masuk dan meminta maaf karena setelah dua tahun baru bisa berkunjung lagi,tangis harupun pecah disana.Setelah bermaaf-maafan dengan penuh linangan air mata,merekapun tersenyum dan berbahagia.Akhirnya sang waktu menghimpun mereka dalam rona teduh,untuk beberapa hari mereka akan melepaskan semuanya.Beban dan masalah luruh,kini mereka sama-sama menikmati silaturahmi yang indah.Mereka sangat bersyukur dengan nikmat yang tiada tara itu,indah sekali itulah yang hati mereka katakan saat ini.
Sudah sejak 2 tahun lalu keluarga itu tidak mengunjungi tempat nenek Ari karena tidak punya biaya,biasanya setiap idul fitri mereka selalu pergi ke Tuban.Namun untuk tahun ini tidak pada saat idul fitri mereka datang,disaat liburan sekolah dan rezeki telah digenggam mereka datang untuk bersilaturahmi membayar kontan momen idul fitri yang tidak sempat dinikmati selama 2 tahun ini.Sebuah ironi memang melihat susah payahnya keluarga Ari agar bisa mengunjungi neneknya,namun apa mau dikata pekerjaan Bapaknya yang hanya kuli serabutan membuat mereka harus menerima keadaan.Untuk datang ke Tuban saja,keluarga itu harus menabung selama 5 bulan.
"Alhamdulillah ya bu,ri,kita bisa silaturahmi ke Tuban"
"Iya pak,ini nikmat yang luar biasa banget buat kita.Aku sudah kangen banget sama nenek,pak"ujar Ari.
"Ibu,juga kangen sama nenek nak.Kita sudah lama sekali ndak ketemu beliau,pasti beliauseneng banget ketemu kita"
"Yo wes,ayo sekarang kita berangkat!Bawa barang-barangnya kita nunggu bis yang lewat didepan"Ucap Bapak Ari.
Mereka bertiga membawa barang-barangnya dan berjalan beberapa langkah menuju depan rumah,kurang lebih 15 meter dari rumah mereka adalah halte bus didepan halte itu terbujur jalan raya besar dimana puluhan bis jurusan Kediri-Nganjuk biasa lewat.Setelah menunggu beberapa lama bis yang ditunggu-tunggu datang.Dari kejauhan bis itu terlihat bergerak sedang,Bapak Ari yang melihat bisnya spontan menganyun-anyunkan tangan sebagai tanda pemberhentian."itu bisnya sudah datang,ayo cepat angkat barang-barangnya kita masuk bis!"Ujar Bapak Ari.
Mereka satu persatu naik kedalam bis,barang-barang mereka tempatkan dibawah tempat duduk.Bapak dan ibu Ari duduk berdua,sementara Ari duduk sendirian dengan penumpang lain.
*****
Sesampainya di Terminal Anjuk Ladang Nganjuk,mereka langsung mencari pangkalan bus jurusan Bojonegoro.Perjalanan mereka bertiga memang cukup jauh,nanti setelah sampai di Terminal Bojonegoro mereka harus menaiki bus lagi jurusan Tuban,baru mereka sampai di rumah nenek Ari.
Perjalanan yang sangat jauh tersebut di lalui keluarga kecil itu dengan senang hati,mereka sangat menikmati untaian detik kebersamaan di momen yang cukup jarang.Naik bus bersama menuju rumah nenek Ari dianggap sebagai liburan terindah,yang tiada duanya.Di dalam bus sepanjang perjalanan mereka menikmati hamparan pegunungan hijau dan persawahan, yang juntai-menjuntai berjajar terlihat di kanan dan kiri bus yang mereka naiki.Pemandangan persawahan dan pegunungan memang sudah biasa mereka lihat,ketika mereka merawat sawah mereka di Nganjuk.Namun pemandangan kali ini cukup elit,di dalam bus seperti sebuah mimpi bisa berpariwisata sambil bersilaturahmi.
"Pemandangannya indah banget pak,bu"Ujar Ari
"Bener banget ri,biasanya kita cuman ngelihat pegunungan dan sawah biasa aja pas waktu dirumah.Tapi disini kok rasanya beda ya,kayak lain gitu lho"
"Yo,jelas beda to bu.Wong ini kan kita di dalam bis,bisnya juga jalan jadi kelihatan pemandangannya kayak ada kesan cinematicnya gitu lho"
"Alah bapak sok tau,memangnya bapak ngerti apa itu cinematic?"
"Cinematic itu kayak ada kesan lambat-lambatnya gitu lho bu.Bener ngak ri?"
"Kurang tepat pak,cinematic itu vidio tentang pemandangan alam yang diedit sedemikian rupa supaya kelihatan keren dan bagus banget.Emang cinematic kesannya lambat,tapi bukan cuma itu saja pak.Cinematic juga ada pengaturan cahaya,warna,dan item-item lainnya.Selain itu cinematic juga ada musiknya,jadi kelihatan banget semuanya berkesan hidup dan indah"Terang Ari panjang lebar.
"Wah ruwet tenan penjelasane ri"
"Bapak sih sok tahu.Padahal kan cuma lihat tok,ndak tahu definisinya"Ucap Ibu Ari.
*****
Obrolan yang sangat seru dari keluarga kecil itu,tanpa terasa mengantarkan mereka memasuki gerbang kota Bojonegoro.Jalan raya megah yang ramai dengan lalu lalang mobil dan motor,hiasan warna-warni bergambar(Grafiti)yang saling silang di tembok-tembok toko,serta puluhan gedung tinggi berjajar terlihat didepan mata mereka.Tak terasa bus yang mereka tumpangi telah sampai di terminal,Rajek Wesi Bojonegoro.
"Akhirnya kita sudah sampai bu,ayo turunkan barangnya pelan-pelan.Biar bapak yang bawa"
"Ini pak,tolong dibawa"sambil menyerahkan tas dan beberapa kardus.
Setelah mereka turun dari bus.Mereka bertiga berjalan menuju warung sebuah warung soto,di dekat tempat tunggu terminal tersebut.Warung soto itu cukup spesial bagi kedua orang tua Ari,karena disanalah mereka dipertemukan.
"Pak pesan soto ayamnya tiga ya"Ucap Bapak Ari
"Oh siap,silahkan ditunggu dulu ya"
Mereka duduk di bangku warung soto tersebut,sambil menunggu pesanan datang Bapak dan Ibu Ari mulai bernostalgia dengan tempat bersejarah itu.
"Wah,ini tempat pertama kali kita bertemu lho pak.Kalau ngak ada tempat ini,mungkin kita ngak akan bisa bertemu"
"Iya bu.Dulu saat bapak masih jadi pedagang asongan dan ibu kerja di jadi staff kebersihan di terminal ini,kita ketemu pertama kali saat ngak sengaja makan soto di tempat duduk yang sama"
"Kok bisa gitu to pak,aku baru tahu cerita ini lho.Padahal kita juga sudah beberapa kali makan disini"Sahut Ari.
"Iya ri,kita sengaja rahasia kan soalnya dua tahun lalu kamu kan masih SMP.Kamu masih kecil,masih belum pantas tahu soal cinta-cintaan"Terang Bapak Ari.
"Dulu,kita sama-sama malu ya pak.Ibu suka ketawa-ketawa geli kalau ingat masa muda kita,kita yang dulu sama-sama canggung ternyata dipertemukan sebagai jodoh"
"Iya bu,kita harus bersyukur bisa dapat nikmat yang begitu banyak.Setelah dua tahun kita ngak pulang kampung,akhirnya Allah berkenan mengizinkan kita untuk silaturahmi ke rumah Ibu.Apapun keadaan kita yang susah dan pedih,kita harus tetap bersyukur.Kehidupan tidak harus selaku kita ratapi,kadang kita susah kadang kita senang itu biasa dalam kehidupan.Tapi yang harus kita ingat,kehidupan bukan untuk diratapi melainkan harus tetap kita jalani.Allah pasti ngasih kebahagian buat hambanya sesuai dengan kadar keadilan,jadi kita harus tetap bersyukur"Tutur Bapak Ari.
*****
Setelah selesai menikmati soto,mereka beranjak naik bus jurusan Tuban agar bisa sampai di tujuan mereka rumah nenek Ari.Beberapa waktu kemudian mereka telah sampai di Jalan raya,tepat di depan rumah nenek Ari.Merekapun masuk dan meminta maaf karena setelah dua tahun baru bisa berkunjung lagi,tangis harupun pecah disana.Setelah bermaaf-maafan dengan penuh linangan air mata,merekapun tersenyum dan berbahagia.Akhirnya sang waktu menghimpun mereka dalam rona teduh,untuk beberapa hari mereka akan melepaskan semuanya.Beban dan masalah luruh,kini mereka sama-sama menikmati silaturahmi yang indah.Mereka sangat bersyukur dengan nikmat yang tiada tara itu,indah sekali itulah yang hati mereka katakan saat ini.

Komentar
Posting Komentar