Puisi|- Ceritaku pada ibu pertiwi
Engkau yang diperjuangkan anak-anakmu dulu
dengan tumpah darah
Sekarang diperebutkan anak-anakmu dengan
pertarungan becah belah
Engkau yang dicintai anak-anakmu dulu dengan sepenuh hati
Sekarang anak-anakmu mencintaimu hanya karena tahta,karena kekayaanmu yang melata
Oh,Engkau
Iya,Engkau:Ibu Pertiwi
Anak-anakmu dulu yang membebaskanmu dari belenggu
Kini telah berganti wajah
Kini telah berganti rasa
Kini telah berganti semuanya
Mereka tidak malu menindas rakyat
Padahal dulu,anak-anakmu yang dulu
gagah berani membela rakyat
Mereka bangga dengan mobil mewah
Rumah mewah
Jam tangan,komputer,dan TV
Serta kenyamanan yang mereka nikmati diatas penderitaan rakyat
Padahal dulu,anak-anakmu yang dulu
Sangat bersahaja,sangat sederhana
Mementingkan rakyat diatas kepentingannya
Oh,Ibu Pertiwi
Kucukupkan ceritaku padamu
Lewat secarik untaian kata ini,
Setidaknya aku lega telah menceritakannya padamu
Namun anak-anakmu yang bertahta
Aku aku tak tahu,
Apakah mereka mengetahui dialog ini.
dengan tumpah darah
Sekarang diperebutkan anak-anakmu dengan
pertarungan becah belah
Engkau yang dicintai anak-anakmu dulu dengan sepenuh hati
Sekarang anak-anakmu mencintaimu hanya karena tahta,karena kekayaanmu yang melata
Oh,Engkau
Iya,Engkau:Ibu Pertiwi
Anak-anakmu dulu yang membebaskanmu dari belenggu
Kini telah berganti wajah
Kini telah berganti rasa
Kini telah berganti semuanya
Mereka tidak malu menindas rakyat
Padahal dulu,anak-anakmu yang dulu
gagah berani membela rakyat
Mereka bangga dengan mobil mewah
Rumah mewah
Jam tangan,komputer,dan TV
Serta kenyamanan yang mereka nikmati diatas penderitaan rakyat
Padahal dulu,anak-anakmu yang dulu
Sangat bersahaja,sangat sederhana
Mementingkan rakyat diatas kepentingannya
Oh,Ibu Pertiwi
Kucukupkan ceritaku padamu
Lewat secarik untaian kata ini,
Setidaknya aku lega telah menceritakannya padamu
Namun anak-anakmu yang bertahta
Aku aku tak tahu,
Apakah mereka mengetahui dialog ini.

Komentar
Posting Komentar