Puisi|- Rakyat Menjerit
Ketika mulut kami disumpal kekuasaan
Ketika kami dilarang menuntut
Ketika kami dilarang mendapatkan hak kami
Ketika realitas begitu pahit hingga membuat kami menjerit
Ketika Sang Wakil Rakyat yang katanya merakyat menindas kami sebagai rakyat
Dimanakah hati nurani?
Dimanakah keadilan yang dulu kau ucap sebagai janji?
Kampanye-Kampanyemu itu sampah
Sama sampahnya seperti bunyi demokrasi kita,yang berkata bahwa rakyat adalah raja
Penguasa tertinggi demokrasi kita
Namun ternyata hal itu hanyalah tipu daya,karena semuanya bisa kau rekayasa
Oh wakil rakyat....
Inikah pembuktianmu,saat kau berkata"kami akan berikan bukti bukan janji"
Oh wakil rakyat.......
Salahkah kami bertanya menuntut keadilan?
Salahkah kami rakyat bergejolak memuntahkan amarah,demi sepucuk kebenaran dan cita-cita kemajuan
Inilah kita rakyat,hanya rakyat
Lemah diantara kaki penguasa,terjerat dalam pembodohan pradigma.

Komentar
Posting Komentar