Puisi|- Kisah Semesta(1)
Di tengah keheningan rintik cahaya sang bulan berbisik kepada malam
Bercerita kepada malam tentang arifnya semesta
Malam membias dalam satu waktu,merangkainya dalam warna yang abu
Gelap adalah ketulusan yang sengaja diciptakan
Bahwa presisi cahaya tidaklah abadi,yang menerangi juga akan berganti
Angin mencoba muncul dalam cerita
Menghimpun daun-daun dan rerumputan,menggariskan sebercak kesejukan
Mewarnai malam dengan munculnya embun
Bintang-Bintang tetap terlihat tegar pada rasinya
Selaksa tunduk pada semesta ia tetap bercahaya
Matahari masih tetap mendominasi,dalam semesta ia pusat yang dikelilingi dari sisi ke sisi
Inilah kisah semesta kita,yang pada hakikatnya mengajarkan kita
Semua yang ada akan runut,runtut mengikuti porosnya.
Bercerita kepada malam tentang arifnya semesta
Malam membias dalam satu waktu,merangkainya dalam warna yang abu
Gelap adalah ketulusan yang sengaja diciptakan
Bahwa presisi cahaya tidaklah abadi,yang menerangi juga akan berganti
Angin mencoba muncul dalam cerita
Menghimpun daun-daun dan rerumputan,menggariskan sebercak kesejukan
Mewarnai malam dengan munculnya embun
Bintang-Bintang tetap terlihat tegar pada rasinya
Selaksa tunduk pada semesta ia tetap bercahaya
Matahari masih tetap mendominasi,dalam semesta ia pusat yang dikelilingi dari sisi ke sisi
Inilah kisah semesta kita,yang pada hakikatnya mengajarkan kita
Semua yang ada akan runut,runtut mengikuti porosnya.

Komentar
Posting Komentar