Cerpen|- 5 Sahabat,5 mimpi,1 Visi


   Kedamaian tercipta di Pelosok nan jauh terpinggirkan dari hiruk pikuk kabupaten Madiun,di lereng gunung Wilis.Sebuah desa mebentang elok nan indah disana,Desa yang begitu asri dan belum tercemar oleh polusi.Kemegahan gunung Wilis begitu kentara di Desa ini,apabila senja telah datang dan Sang Surya telah membiaskan sinarnya di ufuk barat,maka keindahan di Desa ini tak akan tertandingi oleh keindahan di wilayah manapun.Rona hijau persawahan adalah latar utama yang memenuhi desa ini,Selain juga kearifan lokal warga sekitar yang masih menjunjung tinggi budaya ketimuran.
          Dibalik ketenangan desa itu,terdapat mimpi besar dari 5 orang sahabat putra asli daerah desa tersebut.Mereka adalah Rio,Rinto,Yudi,Darman,dan Tri kelima sahabat karib yang menginginkan perubahan .Mereka adalah orang-orang yang sudah sangat jengah dengan kepurbaan pemikiran penduduk di desa mereka,di desa yang masih alami tersebut terdapat orang-orang yang masih alami pula.Orang-orang yang masih belum mengerti konsep pendidikan dan sama sekali belum terjamah sentuhan teknologi,penduduk di desa itu beranggapan bahwa pendidikan hanyalah kegiatan yang membuang-buang waktu dan uang.Mereka sama sekali tidak mempercayai Keajaiban pendidikan,Hal ini terbukti dengan banyaknya anak yang tidak sekolah di desa itu.Mindset yang keliru membuat desa itu terkurung dalam ruangannya sendiri,dibalik ketertinggalan desa itu ada 5 sahabat karib yang ingin mengubah nasib busuk menjadi nasib baik.Meraka itulah Rio,Rinto,Yudi,Darman,dan Tri.5 orang sahabat yang berhasil lulus dari bangku SMA dan bahkan sudah mendapat beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi.Pencapaian itu sangatlah luar biasa dan mencengangkan bagi penduduk di desa itu,pasalnya kebanyakan anak-anak di desa itu tak bersekolah dan jika bersekolah pun paling mentok hanya sampai SMP kemudian lanjut merauntau di kota untuk bekerja serabutan dengan upah yang sangat rendah.walaupun kelima sahabat itu bukan merupakan anak orang yang terpandang,tapi mereka berhasil mengubah sudut pandang bahwa orang miskin juga bisa punya masa depan.
      Rio adalah anak seorang buruh tani yang bercita-cita mendirikan perusahan pertanian,cita-cita Rio tersebut bukan cita-cita biasa,dibalik cita-cita besar itu terselip misi luhur ingin menyejahterakan para petani.kehidupan keluarga yang menggantungkan hidupnya dari upah seorang buruh tani telah memotivasi Rio untuk bangkit,Memutus peliknya kehidupan yang bergantung dari hasil pertanian yang tak tentu.Cita-cita Rio pun didukung dengan kemahirannya di bidang Biologi,Ia sangat mengemari dan menguasai Ilmu tersebut.Ia mendapat Nilai tertinggi dalam Ujian Nasional Mapel pilihan Biologi se-Kabupaten Madiun,selain itu ia juga berhasil di terima disalah satu Perguruan Tinggi Negeri di Malang.Prestasi yang luar biasa dalam Ilmu Biologi itu membuat salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Malang menerimanya dengan tangan terbuka,Ia memilih jurusan Agribisnis sebagai jalan pewujud mimpinya.
    Rinto merupakan anak kuli bangunan yang memiliki cita-cita menjadi seorang arsitek,keahliannya dalam menggambar sekaligus ilmu hitung membuatnya tergerak mewujudkan mimpinya menjadi seorang arsitek.Bersama dengan Yudi ia diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Surabaya,Ia mengambil jurusan Teknik Sipil sedangkan Yudi mengambil jurusan Ilmu Hukum.Yudi sendiri merupakan anak seoarang pedagang sayur yang bercita-cita menjadi seorang pengacara,kepiawaiannya dalam berbicara dan penguasaannya di bidang ilmu-ilmu sosial mendorongnya untuk memiliki mimpi menjadi seorang pengacara.
   Darman anak seorang tukang becak yang bercita-cita menjadi seorang Dokter,Kegemarannya dan Kepandaiannya terhadap Ilmu Kimia,Fisika,dan Ilmu alam lainnya membantunya untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang Dokter.Ia berhasil masuk di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Semarang,sama seperti sahabat-sahabatnya ia ingin mengubah hidupnya dengan mimpi.
     Tri merupakan anak tukang gorengan yang bercita-cita menjadi seorang Insinyur,Cita-citanya itu didukung dengan kepandaiannya dalam Ilmu Fisika.Ia merupakan orang terpandai di sekolahnya dalam Ilmu Fisika,Ia pernah menjadi juara 1 Olimpiade Fisika se-Jawa Timur.Hal tersebut membuat ia diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta,Ia memilih jurusan Pertambangan untuk mewujudkan mimpinya.

 ~_________________~_________________~
   
     Kelima sahabat karib itu pun akan segara melangkah pergi meninggalkan desa tercinta,diterimanya mereka di Perguruan Tinggi Negeri membuat mereka harus meninggalkan Madiun,meninggalkan Pesona Gunung Wilis,Keluarga,Kerabat,dan juga desa mereka tercinta.Saat Matahari belum sepenuhnya muncul,mereka bergerak menuju langkah perubahan.Dengan berat hati mereka pergi menuju kota perantauan untuk mewujudkan mimpi mereka,menyayat tradisi primitif di desa mereka yang masih menggangap pendidikan sebagai kegiatan buang-buang waktu dan uang.Mereka berlima pergi ke Terminal di pusat Kota Kabupaten Madiun,untuk memulai mimpinya.
Setibanya di terminal mereka berpamitan satu sama lain."Kita harus sukses,kita harus segera memusnahkan budaya primitif yang masih tertanam di desa kita." suara Rio terdengar menggebu-gebu."Iya,mindset yang salah itu harus bisa kita luruskan." sahut Tri."Dengan mimpi kita pasti bisa mengubah semuanya"Ujar Rinto dan Yudi secara bersamaan."teman-teman walaupun mimpi kita berbeda,walaupun kita juga akan terpisah dalam beberapa waktu.Ingatlah satu hal Misi kita satu dan sama:Sukses untuk keluarga dan Desa kita tercinta". ujar Darman."pasti itu man,kita harus tetap menjaga Misi itu,karena kita datang kesini untuk Misi itu".Sahut Rio."Sepertinya Bus kita masing-masing telah tiba,mari kita bergegas naik.hati-hati kalian disana,aku pasti sangat merindukan kalian".ujar Tri mengakhiri percakapan kelima sahabat karib itu,Mereka berlima pun berpelukan dan lekas masuk ke bus mereka masing-masing.


~________________~__________________~

   
    Rio tiba di terminal Malang,pada siang harinya.perjalanan di dari Madiun ke Malang tak memakan waktu lama kurang lebih sekitar 3-4jam.Setibanya disana di terminal ia langsung mencari kendaraan rujukan menuju kostnya,ia mencari-cari apakah ada Tukang Ojek disekitar terminal.Akhirnya ia berhasil menemukan tukang ojek disekitar terminal itu,ia pun menanyakan alamat kostnya."Mas,tahu alamat kost ini apa ndak?" tanyanya pada tukang ojek."ohh,Alamat iki.iyo tahu aku alamat iki mas,kurang lebih 30 menit dari sini.mau saya antar?"ujar tukang ojek."Berapa mas ongkosnya?"
Tanya Rio."buat Mas,30 ribu saja".jawab tukang ojek"Wahh,mahal banget mas.20 Ribu saja ya".Rio mencoba bernegosiasi."wes,25 Ribu tak antar,kalau ndak mau ya sudah".Ucap tukang ojek melayan i negosiasi dari Rio."Ya sudahlah,ayo 25 Ribu berangkat".Rio pun jatuh pada penawaran 25 Ribu tukang ojek itu.
Merekapun berangkat menuju kostan Rio,Malang terlihat begitu asing namun asyik bagi Rio.Perjalanan dari terminal hingga ke kost Rio agaknya adalah perjalanan terbaik bagi rio,ia tak pernah melihat kota semegah ini sebelumnya.Ia terlalu terkurung oleh Keasrian desanya di lereng gunung Wilis.Setibanya di kost rio langsung mengetuk pintu kost"Assalamualaikum,permisi..."
ia mengucap salam sambil mengetuk pintu kost."Wa'alaikum Salam Wr.Wb,ada apa mas?"jawab orang yang membuka pintu kost."begini mas saya mendapat alamat kost ini dari tetangga saya,katanya di kost ini menyewakan kost laki-laki"Rio menjelaskan maksud kedatangannya."oh,begitu ta mas.Mari silahkan duduk dulu,saya telponkan pemilik kostnya.saya disini juga ngekost,disini memang tersisa satu kamar yang belum dikontrakkan".ujar pembuka pintu kost tadi."halo,pakde ini ada yang mau ngekost"ucapnya dalam telepon "siapa yang ngekost?Dimana di sekarang?"tanya orang di seberang telepon."Aku juga belum tahu pakde,sepertinya dia orang baru.Orangnya sudah disini"ucapnya lagi."Suruh dia menemuiku,bisa apa ndak.Suruh dia datang kerumahku,kira-kira dia mau ndak?"tanya orang diseberang telepon."Pak de langsung datang ke kost saja,kasihan orangnya kalau harus kerumah pakde."jawabnya."Ya sudah,ak tak kesana sekarang".ucap orang di seberang telepon,mengakhiri percakapan itu.Setelah percakapan orang asing itu selesai iapun lekas kembali menemui Rio yang sedang duduk di teras kost."Pemilik kostnya sudah perjalanan kesini mas,ngomong-ngomong mas ini dari mana,kok mau ngrantau ke Malang?"tanyanya pada Rio."Saya dari Madiun mas,Saya ke sini untuk Kuliah.Alhamdullilah saya diterima di Fakultas Pertanian,jurusan Agribisnis.Kenalkan nama saya Rio"Rio
menjawab pertanyaan orang itu sambil memperkenalkan nama."Kenalkan,Saya Jumali"Orang asing itu balik memperkenalkan nama sambil saling berjabat tangan dengan Rio.Perkenalan antara keduanya berlanjut dengan basa-basi selama beberapa waktu,sebelum datang sebuah suara yang memutusnya."Assalamualaikum,Jum,Jumali.Mana yang mau ngekost"tanya orang itu."Eh,pak de Wagimen.Ini dia yang mau ngekost pakde,dia anak kuliahan juga,namanya Mas Rio dari Madiun".Ujar Jumali."Oooo,bocah sekolah ta."ucap orang itu sambil melihat Rio."Dadi begini,Biaya kost disini sebulannya 300 ribu.Di kost ini sampeyan dapat fasilitas listrik,Kamar mandi,TV, dan Setrika.Sampeyan oleh ngunakan fasilitas itu kabeh tanpa bayar listrik maneh,nang kost iki selain Jumali iyo nok Yadi.Dadi sampeyan nang kost iki Wong 3,kepisah 3 Kamar."Ucap orang itu menjelaskan kepada Rio."Iya pakde,saya bayar dimuka 6 bulan dulu ya.Ini uangnya mohon dihitung dulu"ucap Rio sambil memberikan sejumlah uang."Iyaaa,ini pas 1 juta 800 ribu.uang nya ini saya terima ya,sampeyan sudah bebas biaya kost 6 bulan kedepan"Ucap pemilik kost itu."Iya pakde,terimakasih sudah mempermudah saya ngekost disini"Ucap Rio."sama-sama,ya sudah aku tak balik dulu kalau begitu,kalau sampeyan bingung tanya o Jumali Wae ya"Ujar pemilik kost."Iya,pak de"ucap Rio.Pemilik kost itu pun berlalu meninggalkan Rio dan Jumali,setelahnya Rio dan Jumali membawa barang-barang Rio ke kamar Rio dan merapikannya disana.Pertemuan antara Rio dan Jumali membuat secercah rasa solidaritas meluber diantara keduanya.Jumali merupakan  Mahasiswa semester 3 Fakultas Sosial Humaniora jurusan Sastra Indonesia,ia juga sama berada satu Perguruan Tinggi dengan Rio.Sementara Yadi merupakan anak pesantren asal Jombang yang berhasil diterima di Perguruan Tinggi yang sama dengan Rio dan Jumali,sejak kecil ia dibesarkan di lingkungan pondok pesantren hingga akhirnya setelah lulus Madrasah Aliyah ia berhasil masuk Fakultas Sosial Humaniora,Jurusan Bahasa Inggris berkat kepiawaiannya dalam berbahasa asing.Hari-hari berikutnya Rio,Jumali,dan Yadi semakin akrab dalam satu atap.Kebersamaan telah mengikat mereka dengan erat,menjadikan mereka sekumpulan manusia yang bersahabat.Di Malang yang sejuk dan mempesona mereka berkarya dengan saksama,menggapai mimpi dengan suka cita,dan sesekali menjejelajah Malang untuk sekedar cerita.Mereka merakit semuanya dalam alunan yang menjaga,menghargai satu sama lain dan saling bercanda.mereka bertiga tumbuh dalam warna anak kost yang gigih dan warna mahasiswa yang berpengetahuan luas.mereka bertiga telah dipertemukan kota Malang untuk saling menetap dalam zona yang menurut mereka telah digariskan.

       

~_________________~___________________~


          Rinto dan Yudi telah tiba di Surabaya,sesampainya disana mereka masih terngiang takjub oleh perjalanan panjang dari Madiun-Surabaya yang menurut mereka adalah pengalaman luar biasa.Sekarang mereka tengah merapikan barang-barang mereka,dan akan segera beristirahat.
 Keesokan paginya Rinto dan Yudi mulai meraba-raba lingkungan barunya,berkenalan dengan tetangga sekitar dan aroma serta pesona baru disini.Rata-rata penghuni komplek yang tinggal disini adalah anak kuliahan yang sedang ngekost.Rinto dan Yudi nampaknya cukup beruntung bisa mendapatkan teman baru sesama anak kuliahan."Kenalkan saya Rinto,dan ini teman saya Yudi"Rinto dan Yudi menjabat tangan Edo,Rifai,dan Wawan"Salam kenal,Edo".sahut Edo."Salam kenal,Rifai".sahut Rifai."Salam kenal,Wawan".sahut Wawan.Setelah berkenalan mereka berlima berjalan-jalan disekitar komplek  kost itu.Kost Rinto dan Yudi tak terlalu jauh dengan kost Edo,Rifai,dan Wawan.hanya berjarak 15 meter dari kost masing-masing dan hanya terpaut tiga kost.Perkenalan kelima orang itu terjadi dengan alami dan sangat sederhana Inisiatif Rinto dan Yudi untuk berjalan-jalan pagi dilingkungan barunya telah memperkenalkan mereka dengan sahabat baru yaitu Edo,Rifai,dan Wawan.Kelima orang itu memiliki latar belakang yang hampir sama,terbawa arus mimpi hingga dapat menginjakkan kaki di Surabaya.
 Edo adalah putra putra asli Maluku,yang memilih Surabaya sebagai destinasi pewujud mimpinya.Kehidupan yang serba kekurangan disana membuat Edo tergerak mengubah nasibnya,berkat ketekunan dan daya juangnya yang tinggi ia berhasil masuk Perguruan Tinggi yang sama dengan Rinto,Yudi,Rifai,dan Wawan.Ia masuk Fakultas Teknik,dan mengambil jurusan Teknik mesin.
  Rifai adalah anak dari orang yang sangat kaya,ayahnya adalah pemilik perusahaan kelapa sawit di Kalimantan timur,kekayaan tak membuat Rifai gelap mata.Ia memilih untuk hidup jauh dari kemewahan,hidup sederhana menjadi anak kost dan mengambil jurusan Manajemen sesuai dengan kegemarannya yang mencintai ilmu Sosial.
  Sementara Wawan adalah perantau dari Tasikmalaya,umurnya satu tahun lebih tua ketimbang Rifai,Edo,Rinto,dan Yudi.Awalnya ia datang ke Surabaya untuk bekerja sebagai buruh pabrik,namun setelah mendapat perlakuan yang buruk sebagai buruh.Ia memutuskan untuk berkuliah,ia terus tekun membaca,memahami,dan mengorek-ngorek ilmu pengetahuan,ia sangat sering ke perpustakaan,perpustakaan telah menjadi rumah kedua setelah kostnya.Berkat kegigihannya dalam belajar ia akhirnya di terima di jurusan Ilmu Komunikasi,Fakultas Sosial Humaniora.Ia terus bersemangat,karena hanya itu yang ia punya.Awalnya sama sekali tak terpikir untuk Kuliah,sekolah saja ia hanya main-main dan sering bolos.Tapi semenjak tahu tidak enaknya menjadi buruh,dan begitu sakitnya dihina sebagai pesuruh,ia akhirnya menumbuhkan tekad yang hanya dinaungi oleh semangat.modal itulah yang membuatnya bisa diterima di Perguruan Tinggi.
  Lima orang di kompleks kost itu akhirnya merangkai jalinan pertemanan,waktu telah menjadi pengikat terciptanya jalinan itu,selain juga lingkungan yang mendukung kedekatan mereka berlima.

 
 ~_________________~__________________~     


       Darman menenteng barang bawaannya dengan tergopoh-gopoh menuju kostnya,setelah selesai meletakkan barang-barang ia langsung tertidur pulas.Perjalanan panjang dari Madiun-Semarang yang memakan waktu lebih dari sehari di dalam bus membuat Darman kelelahan.Ia terlelap pada gelapnya malam di kota Semarang,terbawa oleh arus tak sadar yang mengantarnya pada rona keindahan dalam alam mimpinya.
    Keesokan paginya ia mulai mencari udara baru di kota yang baru ini,"hmmm,udara pagi di Semarang sueejuk.Seger tenan "Gumamnya.Setelah beberapa saat menikmati udara pagi disekitar kostnya,ia memutuskan untuk mencari makan.Perut yang semenjak semalam belum terisi,meronta memanggil nasi.Setelah beberapa lama berjalan,ia pun akhirnya menemukan warung makan.Warung yang sangat sederhana,di tumbuhi pohon nangka di sampingnya,dan pas dengan ukuran uang di dompetnya tentunya.Ia berjalan melewati pintu warung yang sempit,dan duduk diantara meja dan kursi yang nyaris berhimpit.Ia mulai memesan makan"Bu pesan nasinya satu,lauknya tempe orek dan kerupuk"Ujarnya."Iyaa mas,minumnya mau apa?" tanya pemilik warung."Teh hangat saja satu"Ujarnya lagi.Dari sudut yang tak terduga,muncul suara yang memecah percakapan mereka"Bu saya pesan nasi dan telur balado satu,minumnya teh hangat saja"Ucap orang asing itu."Iya,mas sebentar ya"jawab pemilik warung."Mas,ini perantau ya,sepertinya saya baru kali ini melihat mas".Orang asing itu bertanya kepada Darman."Iya,Mas saya dari Madiun,baru datang kemarin malam.Kenalkan,saya Darman"Ia menjawab pertanyaan orang asing itu  sambil memperkenalkan diri."Saya Aji,Mas.Salam kenal"orang asing tadi menjabat tangan Darman sambil balik memperkenalkan diri.
   Sambil makan Aji dan Darman saling bertukar cerita dan pikiran,pertemuan mereka membawa kesan tersendiri bagi keduanya.Mereka berdua senang bisa mengenal satu sama lain,dari pertemuan itu Darman mengetahui tentang Aji.Aji merupakan anak asli semarang,yang kebetulan berkuliah di Perguruan Tinggi dan Fakultas  yang sama dengan Darman,mereka berdua sama-sama masuk dalam Fakultas Kedokteran.Segala hal yang serba kebetulan itu cukup membuat Darman senang,menurutnya menemukan teman baru dikota sebesar Semarang bukanlah hal yang mudah.Apalagi Darman yang baru sehari di Semarang sangatlah tidak mengerti seluk-beluk kota itu.Kalau bukan mimpi yang diperjuangkan mungkin dia akan tetap memilih tinggal di Madiun,di Desanya yang tenang,terpencil,dan asri di lereng Gunung Wilis.Beruntunglah ia bertemu dengan Aji,ia menjadi memiliki gaet untuk lebih mengenal Semarang dan beradaptasi dengan kebudayaan disana.Terlebih lagi Aji adalah putra asli Semarang yang tentunya sangatlah paham dengan seluk-beluk Semarang.
  Aji sendiri merupakan anak yang sangat cerdas,ia bethasil menempuh pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun.Ia berhasil masuk di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Semarang berkat prncapaiannya itu.Walaupun Aji merupakan anak yang sangat cerdas,ekonomi keluarganya tak sekuat kecerdasannya.Ia merupakan anak dari sepasang pemulung yang memiliki 10 anak,dan Aji merupakan anak ke-5.Kehidupan keluarga Aji serba kekurangan dan sangat memprihatinkan.Ia dibesarkan di tempat kumuh dan lusuh,di kampung pemulung.di balik serba kekurangannya siapa sangka Aji selalu menjadi siswa tercerdas di sekolahnya dari SD-SMA.
   Itulah pertemuan antara Aji dan Darman yang membuka cerita,luka,sekaligus latar belakang mereka masing-masing.keduanya sama berpedoman pada satu prinsip 'kuat untuk mimpi'.Waktu merangkai kedekatan Aji dan Darman dengan begitu cepat,mereka kini seperti sahabat lama yang sangat akrab,hanya berawal pertemuan sederhana di warung makan yang membuat semuanya terus berjalan oleh tali pengikat yang serba kebetulan.

 
   
~____________________~______________________~


      Tri membawa barang bawaannya yang sangat berat dan banyak dengan susah payah,Ia berusaha sebisa mungkin agar barang-barangnya tidak jatuh.Gang sempit semakin mempersulit langkah Tri menuju kostnya.Hingga daya nya tak mampu lagi menahan beratnya barang bawaan yang ia bawa,ia pun terhuyung-huyung sebelum akhirnya barang bawaannya terjatuh"Aduuh,jatuh semua kan"Ia bergumam pelan.Tiba-tiba datanglah seorang pemuda asing membantunya"Biar saya bantu,Mas"Ujarnya.Tri dan pemuda itu berjalan melewati gang-gang sempit khas pumukiman di Jakarta.
  Ia dan pemuda asing itupun sampai di kost Tri.Tri yang sangat terbantu oleh pemuda itu,berterimakasih padanya"Terimakasih Mas,atas bantuannya.Mari duduk sebentar disini,mas pasti capek bawa barang berat jauh banget"Ucap Tri."Tidak usah repot-repot mas,saya senang bisa membantu,ngomong-ngomong kita belum kenalan.kenalkan,saya Andri"Ucap pemuda itu."Saya Tri,Mas.Salam kenal"Ujar Tri."Mas ini sepertinya orang baru ya,saya kok belum pernah lihat mas"Ucap Andri."Iya,saya datang dari Madiun,saya datang kesini untuk kuliah"jelas Tri."Oh,Mas juga kuliah ternyata datang ke Jakarta.Saya juga kuliah mas disini,Saya dari Purwokerto,Saya ambil Jurusan Sejarah mas.Kalu mas ambil jurusan apa"tanya Andri."Saya ambil Jurusan Pertambangan, Mas" jawab Tri.Perbincangan diantara keduanya terus berlanjut,merekapun sama-sama kaget ternyata mereka satu Perguruan Tinggi,Namun berbeda Fakultas.Andri juga berumur satu tahun lebih tua dari Tri,semarang ia memasuki semester ke 3 sebagai seorang Mahasiswa.Perbincangan mereka pun diakhiri dengan pamitnya Andri untuk kembali ke Kost"Ok,aku balik dulu Tri.Jangan sungkan-sungkan kalau mau mampir,kost ku 20 meter ke keri dari kost ini"Ujarnya."Iya,lain waktu ak pasti mampir kesana"Ujar Tri.Percakapan itu mengakhiri perkenalan diantara keduanya,setelah itu Andri berlalu pergi meninggalkan Tri menuju Kostnya.Perkenalan singkat antara Tri dan Andri terus berlanjut hingga menjadi pertemanan.keduanya menjalin keakraban dengan riang,jarak kostnya yang berdekatan serta Perguruan Tinggi yang sama membuat keduanya memilki khemistry yang kuat.Mereka saling menghargai satu sama lain,dan saling bercanda layaknya sebuah sahabat dekat,mereka menjalani kehidupan di kota metropolitan terbesar di Indonesia itu dengan senang,dengan satu tujuan:mimpi mereka.


~__________________~______________________~


5 tahun kemudian...................

        Waktu sangat cepat merengkuh perubahan kini Rio,Rinto,Yudi,Darman,dan Tri telah selesai dengan pendidikannya.Mereka kini telah menjadi Sarjana di bidang mereka masing-masing,setelah lulus mereka kembali desa mereka tercinta,desa yang terpencil dari hiruk pikuk Kabupaten Madiun,di lereng Gunung Wilis.Dengan berhasilnya mereka berlima membawa sejarah baru,kini mereka berlima telah mematahkan stigma yang meragukan keajaiban pendidikan,keajaiban teknologi,dan keajaiban masa modern di abad ini.Kini perlahan tapi pasti penduduk di desa mereka mulai membuka diri,tak lagi mengurung diri dari arus globalisasi.pelan-pelan mereka membangun desa mereka dari nol,dimulai dengan mendirikan perpustakaan  gratis  sekaligus sekolah alam bagi anak-anak di desa mereka,mereka sadar betul bahwa mimpi besar dimulai dari hal yang mendasar dan sederhana.
Namun mereka tak bisa selamanya menetap di desa untuk mengurusi desa itu,mereka akan datang sebulan sekali atau dua kali untuk sekedar mengecek dan memastikan bahwa keadaan desa baik-baik saja.Kesibukan pekerjaan dan tanggung jawab yang harus diemban memaksa mereka untuk berbagi antara mengurus desa dan bekerja.
 Rio yang kini telah berhasil menjadi Sarjana Agribisnis berhasil mendirikan pabrik pertanian di Jombang,ia berhasil mendirikan pabrik pembibitan tanaman.
Rinto kini telah menjadi Arsitek di PT.Building Interior,sebuah perusahaan jasa pembangunan rumah yang bertempat di Jakarta.
Yudi kini telah di kontrak oleh PT.TIRTOATMOJO LAWYER AND PATNERS,sebuah perusahaan jasa konsultasi dan penanganan Hukum,di Surabaya.
Darman kini telah menjadi Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Surakarta,selain itu ia juga berencana mendirikan sebuah klinik di Madiun,yang dekat dengan desanya.Agar semua warga desanya mendapat pengobatan layak,dengan biaya yang murah bahkan gratis.
Tri kini telah menjadi Insinyur di PT.Development of Grease,sebuah perusahaan pertambangan minyak yang bertempat di Cepu,Jawa Tengah.
  Kesibukan kelima sahabat karib itu membuat mereka menyerahkan urusan pembangunan desa dan Sumber daya manusia di desa mereka kepada adik Rinto yaitu Roni.
Roni merupakan Mahasiswa semester 2 di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Madiun,Keadaan ekonomi kakaknya yang membaik membuat Roni berani bermimpi seperti kakaknya,menjadi orang sukses,berguna bagi keluarga dan desanya.
Roni menerima amanah untuk menjaga Perpustakaan dan Sekolah Alam yang didirikan kakaknya dan Sahabat-sahabat kakaknya dengan senang hati dan ikhlas,menurutnya pekerjaan ini selain mulia juga dapat memecah stress,karena tingkah lucu anak-anak desa yang jenaka.

Selain 5 sahabat penghuni desa terpencil di Kabupaten Madiun itu,sahabat perantauan dari mereka juga sama suksesnya dengan mereka.
Jumali kini telah menjadi penulis Novel,sejak lulus dari Perguruan Tinggi ia telah menulis 5 Novel.
Yadi kini telah berhasil membuka tempat kursus Bahasa Inggris,ia pun banyak sekali mendapat pemasukan setelah dibukanya tempat kursus itu.
Edo kini berhasil menjadi tenaga Ahli Teknik Mesin di sebuah Perusahaan Perkapalan di Batam.
Rifai kini telah berhasil mendirikan Perusahaannya sendiri,ia kini menikmati hasil jerih payah dan kemandiriannya,harta banyak orang tuanya bukanlah penyebab kesuksesannya,usaha dan keuketannya lah yang membuat ia seperti sekarang.kini kekayaannya hampir mendekati kekayaan
kedua orang tuanya,dan bukan tidak mungkin suatu saat akan melampuinya.
Wawan kini telah sukses menjadi karyawan di sebuah perusahaan telekomunikasi di Bandung.
Aji kini telah menjadi Dosen tetap di Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi tempatnya belajar.Kecerdasan membuat langkah mimpinya berjalan lebih cepat,ia berhasil menyelesaikan kuliah dalam waktu 2,5 tahun.Dan setelah lulus ia langsung diangkat sebagai Dosen tetap sekaligus Dosen termuda dalam usia 20 tahun.
Andri kini telah menjadi Sejarawan,selain itu ia juga memiliki perpustakaan pribadi dan toko buku.Ia sangat terbuka dengan anak-anak muda,ia sering meluangkan waktunya untuk berorganisasi dengan aktif ikut Karang Taruna di desanya.

Itulah kisah persahabatan para pejuang mimpi,berkat ketekunan,kegigihan,dan keuletan mereka,mereka berhasil mengubah nasib yang sebagain besar orang menganggap tidak mungkin menjadi mungkin dan bahkan terjadi pada mereka.Dibalik kisah Para pejuang mimpi diatas,satu hal yang wajib harus kita jaga untuk mendapatkan mimpi:Keyakinan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer