Puisi|- Sepasang Jiwa Yang Tulus
Kita sering lalai akan apa yang sebenarnya harus kita prioritaskan
Akan apa yang harus sebenarnya kita lakukan
Akan apa yang harus sebenarnya kita dahulukan
Tipu daya zaman telah membuat kita kehilangan budaya
Membuat kita lupa akan budi pekerti dan norma-norma
Hingga telah merenggut khasanah ketimuran tentang apa sebenarnya hakikat bakti
Kita lupa bahwa yang dekat telah kita jauhkan
Bahwa yang teramat penting telah kita acuhkan
Yang kita jauhkan itu adalah bagian dari kita yang selalu ada pada kita
Yang kita acuhkan itu tak pernah meninggalkan kita,walaupun kita sering memahat luka padanya dan membuatnya merasakan kecewa
Ialah sepasang jiwa tulus kita
Yang berganti kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki untuk kita
Sejauh bentangan waktu yang tak akan pernah memberikan saksi palsu
Sepasang jiwa tulus itu tak akan pernah menginginkan kita jatuh pada pilu
Ia tak akan pernah senang melihat kita meratap dan berlinang kehancuran
Seperti senja yang tahu caranya menyambut malam dengan kilau keindahan
Sepasang jiwa tulus kita pun tahu bagaimana menciptakan kebahagiaan
Setidaknya jika kita tak menyukai cara itu
Janganlah kita membuat kubangan sendu pada sepasang jiwa yang tulus itu.
Akan apa yang harus sebenarnya kita lakukan
Akan apa yang harus sebenarnya kita dahulukan
Tipu daya zaman telah membuat kita kehilangan budaya
Membuat kita lupa akan budi pekerti dan norma-norma
Hingga telah merenggut khasanah ketimuran tentang apa sebenarnya hakikat bakti
Kita lupa bahwa yang dekat telah kita jauhkan
Bahwa yang teramat penting telah kita acuhkan
Yang kita jauhkan itu adalah bagian dari kita yang selalu ada pada kita
Yang kita acuhkan itu tak pernah meninggalkan kita,walaupun kita sering memahat luka padanya dan membuatnya merasakan kecewa
Ialah sepasang jiwa tulus kita
Yang berganti kaki menjadi kepala dan kepala menjadi kaki untuk kita
Sejauh bentangan waktu yang tak akan pernah memberikan saksi palsu
Sepasang jiwa tulus itu tak akan pernah menginginkan kita jatuh pada pilu
Ia tak akan pernah senang melihat kita meratap dan berlinang kehancuran
Seperti senja yang tahu caranya menyambut malam dengan kilau keindahan
Sepasang jiwa tulus kita pun tahu bagaimana menciptakan kebahagiaan
Setidaknya jika kita tak menyukai cara itu
Janganlah kita membuat kubangan sendu pada sepasang jiwa yang tulus itu.

Komentar
Posting Komentar