Puisi|- Mengenggam Kebebasan
Luka dan derita masih menyelimuti
Mengepung bumi pertiwi tanpa, sedikitpun berperi
Darah manusia terbuang percuma
Bertumpah ruah menyatu dengan tanah
Kala itu manusia buta akan
kuasa
Menyiksa manusia lain penuh
hina
Daun-daun jatuh berguguran
Yang tak berdosa,
tertindas sebagai korban
Yang tak bersalah,
terbunuh dengan mudah
Hingga datang suatu pengubah
Yang menjadikan gelap buta
Menjadi secerca cahaya indah
Semua bermula dari satu tekad
Yang menamakan dirinya
"Kebebasan"
Semua mengikuti Alurnya
Kala ketidakadilan,
Perlahan mulai terlelap
Gemuruh angin menyadarkan
Membangunkan,
bumi pertiwi dari tidurnya
Sinar surya memekakkan
Membangkitkan,
Jiwa bumi pertiwi meraih mimpinya
Akhirnya semua terbukti
Setelah 3,5 abad tersakiti
Bumi pertiwi kini,
tak lagi di cengkram luka
Karena sebuah daya,
Telah membebaskannya.
Mengepung bumi pertiwi tanpa, sedikitpun berperi
Darah manusia terbuang percuma
Bertumpah ruah menyatu dengan tanah
Kala itu manusia buta akan
kuasa
Menyiksa manusia lain penuh
hina
Daun-daun jatuh berguguran
Yang tak berdosa,
tertindas sebagai korban
Yang tak bersalah,
terbunuh dengan mudah
Hingga datang suatu pengubah
Yang menjadikan gelap buta
Menjadi secerca cahaya indah
Semua bermula dari satu tekad
Yang menamakan dirinya
"Kebebasan"
Semua mengikuti Alurnya
Kala ketidakadilan,
Perlahan mulai terlelap
Gemuruh angin menyadarkan
Membangunkan,
bumi pertiwi dari tidurnya
Sinar surya memekakkan
Membangkitkan,
Jiwa bumi pertiwi meraih mimpinya
Akhirnya semua terbukti
Setelah 3,5 abad tersakiti
Bumi pertiwi kini,
tak lagi di cengkram luka
Karena sebuah daya,
Telah membebaskannya.

Komentar
Posting Komentar