Puisi|- Kungkungan Lara

Aku mulai berjalan
Mengingat Secerca keindahan
Memungut sepucuk tawa dan bahagia
Yang kini mulai asing,
dan perlahan sirna
 
   Dalam lamunan aku berfikir
   Lika-liku ini baru setengah
   jalan
   Namun,rasanya sangat berat
   Dipenuhi luka tajam,
   Yang membunuh tawa

Aku tak kuasa menjalaninya
Seakan hariku tak pernah berwarna
Hanya gelap hitam
Pekat dalam derita

   Aku merasa sendiri
   Rumah dalam sepi
   Banyak kerumunan orang
   Namun tetap sepi

Terkadang ada yang muncul
Namun bukan bahagia
Bukan pula tawa
Ia lanjutan derita

   Berwujud kata-kata
   Berwujud Cercaan hina
   Pertikaian tak berguna
   Hingga goresan menyakitkan,
   Yang tiada artinya

Bagi hati ini
Yang dipenuhi lara,berlumur pilu
Sendu
Rasanya ia ingin menjerit
Berpesan pada sakit,
Yang dalam benaknya,
ia ingin memuhtakan seluruh isinya

  Namun apalah dayanya
  Semuanya buta akan pertanda
  Hanya bisa menyakiti
  Tanpa sedikitpun mengobati.

Komentar

Postingan Populer