Puisi|- Kisah Koloni
Kerikil-kerikil kecil mulai berdatangan
Bebatuan besar mulai mengikutinya
Di kala sang surya,
Tak lagi menyinari lorong sepi
Di kala itu tawa tak lagi menghampiri
Saat semuanya dapat tertawa
Saat itu ada sedikit koloni,
yang menyimpan luka
Koloni yang tersayat,
oleh pisau kehidupan
Koloni yang perih,
oleh goresan sendu kehidupan
Koloni itu telah kehilangan bahagiannya
Koloni itu telah kehilangan permatanya
Koloni itu telah kehilangan lenteranya
Koloni itu telah kehilangan cintanya
Kini koloni itu buta
Tertutup oleh luka,
dan perih yang menyiksa
Koloni itu menderita ,
Kehilangan satu-satunya cinta
Yang pernah ia cinta.
Bebatuan besar mulai mengikutinya
Di kala sang surya,
Tak lagi menyinari lorong sepi
Di kala itu tawa tak lagi menghampiri
Saat semuanya dapat tertawa
Saat itu ada sedikit koloni,
yang menyimpan luka
Koloni yang tersayat,
oleh pisau kehidupan
Koloni yang perih,
oleh goresan sendu kehidupan
Koloni itu telah kehilangan bahagiannya
Koloni itu telah kehilangan permatanya
Koloni itu telah kehilangan lenteranya
Koloni itu telah kehilangan cintanya
Kini koloni itu buta
Tertutup oleh luka,
dan perih yang menyiksa
Koloni itu menderita ,
Kehilangan satu-satunya cinta
Yang pernah ia cinta.

Komentar
Posting Komentar