Puisi|- Diantara Khayal dan Nyata
Semua bermula dari mimpi
Hingga datang sebuah harapan
Yang menyadarkan hati untuk bertindak
Memboyong mimpi dari alam khayal
Membawanya menuju ranah nyata
Kaki mulai berjalan perlahan
Melewati lorong-lorong sempit
Penuh liku,
Menyimpan ragu
Logika mulai mengarti untuk,
melaluinya
Panca indra berusaha untuk,
membantunya
Satu badan mulai bersinergi
Membuka lorong dipenuhi,
halang rintang tak bertepi
Namun itu semua tak cukup
Tanpa ada dorongan nyata,
yang membantunya
Semua itu masih khayal
Belum berjalan Semestinya nyata
Hingga datang sebuah dorongan
Yang menamakan dirinya bukan,
khayal
Ia adalah"Keyakinan"
Sepercik nyata,
Yang membantu satu badan bersinergi
Mewujudkan mimpinya
Lika-liku khayal memang menipu,
dengan indahnya
Penuh kesan membodohi dengan,
rona berbisik
Namun menyesatkan,
menyembunyikan kebohongan
Lika-liku nyata berkata apa adanya
Berbuat dengan sederhana
Mengikuti kata hati
Menuntun penuh Arti.
Hingga datang sebuah harapan
Yang menyadarkan hati untuk bertindak
Memboyong mimpi dari alam khayal
Membawanya menuju ranah nyata
Kaki mulai berjalan perlahan
Melewati lorong-lorong sempit
Penuh liku,
Menyimpan ragu
Logika mulai mengarti untuk,
melaluinya
Panca indra berusaha untuk,
membantunya
Satu badan mulai bersinergi
Membuka lorong dipenuhi,
halang rintang tak bertepi
Namun itu semua tak cukup
Tanpa ada dorongan nyata,
yang membantunya
Semua itu masih khayal
Belum berjalan Semestinya nyata
Hingga datang sebuah dorongan
Yang menamakan dirinya bukan,
khayal
Ia adalah"Keyakinan"
Sepercik nyata,
Yang membantu satu badan bersinergi
Mewujudkan mimpinya
Lika-liku khayal memang menipu,
dengan indahnya
Penuh kesan membodohi dengan,
rona berbisik
Namun menyesatkan,
menyembunyikan kebohongan
Lika-liku nyata berkata apa adanya
Berbuat dengan sederhana
Mengikuti kata hati
Menuntun penuh Arti.

Komentar
Posting Komentar