Puisi|- Bayangan terdahulu
Aku berjalan melewati ruang kenangan
Menyusuri ruas-ruas masalalu
Mengharu lorong-lorong biru
Menderu-deru Sendu
Aku berhenti pada suatu titik
Yang membuat jiwa ini terpekik
Meronta rasa ini,terusik
Menghempas batin ini,tercekik
Kala itu waktu menjelma pilu
Membunuh siasat tak berdosa
Yang tak sengaja
Berjalan melewati ruang itu
Kala itupun bayang -bayang,
seakan enggan menghilang
Ia terus memunculkan wujudnya
Dalam sekat yang mengumpat,
menamparku
Dalam bentang yang menyeka,
menyiksaku
Hingga kesan itu tak lagi membising
Akupun terhenti dari perjalanan itu
Aku terdiam dalam ruang lain
Yang menyadarkanku,
dari ketidaksadaran khayal.
Menyusuri ruas-ruas masalalu
Mengharu lorong-lorong biru
Menderu-deru Sendu
Aku berhenti pada suatu titik
Yang membuat jiwa ini terpekik
Meronta rasa ini,terusik
Menghempas batin ini,tercekik
Kala itu waktu menjelma pilu
Membunuh siasat tak berdosa
Yang tak sengaja
Berjalan melewati ruang itu
Kala itupun bayang -bayang,
seakan enggan menghilang
Ia terus memunculkan wujudnya
Dalam sekat yang mengumpat,
menamparku
Dalam bentang yang menyeka,
menyiksaku
Hingga kesan itu tak lagi membising
Akupun terhenti dari perjalanan itu
Aku terdiam dalam ruang lain
Yang menyadarkanku,
dari ketidaksadaran khayal.

:)
BalasHapus