Puisi|- Tundukkan Jari-Jemarimu
Dulu semua masih dalam kendali
Semua masih tertata dan rapi
Hingga datang suatu perubahan
Yang merenggut kesederhanaan.
Dulu"Mulutmu Harimaumu"
Kini"Jari-jemarimu Harimaumu"
Kini jari-jemarimu bak sebuah belati
Menikam tajam,menusuk tanpa henti.
Kini jari-jemarimu banyak menyakiti
Berkata sesuka hati tanpa nurani hati
Kalau kau mengagumi,
Jari-jemarinya berkata dengan indahnya
Kalau kau tak mengagumi,
Jari-jemarimu menghujat tiada hentinya.
Cukuplah,hentikan itu semua
Buat kemajuan ini,dipenuhi keindahan
Jangan kau kotori kemajuan
Dengan kebencian dan hujatan.
Cukuplah berganti,bila kau tak
menyukainya
Biarkan saja,tak perlu menghujatnya
Tak perlu membencinya,tak perlu
Mengotorinya.
Semua masih tertata dan rapi
Hingga datang suatu perubahan
Yang merenggut kesederhanaan.
Dulu"Mulutmu Harimaumu"
Kini"Jari-jemarimu Harimaumu"
Kini jari-jemarimu bak sebuah belati
Menikam tajam,menusuk tanpa henti.
Kini jari-jemarimu banyak menyakiti
Berkata sesuka hati tanpa nurani hati
Kalau kau mengagumi,
Jari-jemarinya berkata dengan indahnya
Kalau kau tak mengagumi,
Jari-jemarimu menghujat tiada hentinya.
Cukuplah,hentikan itu semua
Buat kemajuan ini,dipenuhi keindahan
Jangan kau kotori kemajuan
Dengan kebencian dan hujatan.
Cukuplah berganti,bila kau tak
menyukainya
Biarkan saja,tak perlu menghujatnya
Tak perlu membencinya,tak perlu
Mengotorinya.

Bagus kak
BalasHapusLanjut kak
BalasHapusGreat job man
BalasHapus