Puisi|- Sepeda Tua
Dulu mungkin kau sangat berharga
Sekarang sudah berbeda
Masa telah berganti
Kini,kau hilang tertelan bumi.
Aku masih ingat,
Saat kau banyak dicari
Saat kau menjadi simbol elit
Saat kau masih seharga seekor sapi.
Tapi,kini masa telah berganti
Mesin telah menggantikanmu
Padahal kau sangat ramah
Tak merusak,tak menjarah bumi.
Kini bumi semakin berat
Menanggung sesaknya kerusakan
Mesin penggantimu,
tak ramah sepertimu
Ia suka merusak,suka menjarah bumi
dengan kotornya asap mereka.
Bumi rindu akan roda mulusmu
Dan lonceng tuamu
Aku rindu akan bumi yang tersenyum
Kala semua masih seperti dulu.
Sekarang sudah berbeda
Masa telah berganti
Kini,kau hilang tertelan bumi.
Aku masih ingat,
Saat kau banyak dicari
Saat kau menjadi simbol elit
Saat kau masih seharga seekor sapi.
Tapi,kini masa telah berganti
Mesin telah menggantikanmu
Padahal kau sangat ramah
Tak merusak,tak menjarah bumi.
Kini bumi semakin berat
Menanggung sesaknya kerusakan
Mesin penggantimu,
tak ramah sepertimu
Ia suka merusak,suka menjarah bumi
dengan kotornya asap mereka.
Bumi rindu akan roda mulusmu
Dan lonceng tuamu
Aku rindu akan bumi yang tersenyum
Kala semua masih seperti dulu.

Komentar
Posting Komentar