Puisi|- Laksana, Kisah yang tak berulang
Derap langkah mulai berpijak
Siang terik adalah pertandanya
Kala itu,kami melangkah terengah-engah
Sambil saling berkata dan tertawa.
Kelok demi kelok
Kaki kami mulai terserang,
rasa yang berbeda
Hingga akhirnya,datanglah rintik hujan
yang membasahi kami.
Membawa kami pada harapan
Bahwa kami harus terus berjalan
Kala itu kami mulai merasakan dalamnya impian
Walaupun semua itu tak mudah
Tapi kami melihatnya dengan jelas,
Sangat dekat dan mengalaminya.
Saat kami telah terlelap
Batin kami termenung dalam gelap
Terbawa oleh kisah kami
Di setiap langkah kaki kami.
Kami tahu,kisah ini sangat berharga
Karena mungkin kami tak akan mengalaminya lagi.
Kisah ini akan selalu ada pada hati kami,
Mengingatkan kami pada sejarah,
Yang akan membawa kami pada kenangan
Indah.
Siang terik adalah pertandanya
Kala itu,kami melangkah terengah-engah
Sambil saling berkata dan tertawa.
Kelok demi kelok
Kaki kami mulai terserang,
rasa yang berbeda
Hingga akhirnya,datanglah rintik hujan
yang membasahi kami.
Membawa kami pada harapan
Bahwa kami harus terus berjalan
Kala itu kami mulai merasakan dalamnya impian
Walaupun semua itu tak mudah
Tapi kami melihatnya dengan jelas,
Sangat dekat dan mengalaminya.
Saat kami telah terlelap
Batin kami termenung dalam gelap
Terbawa oleh kisah kami
Di setiap langkah kaki kami.
Kami tahu,kisah ini sangat berharga
Karena mungkin kami tak akan mengalaminya lagi.
Kisah ini akan selalu ada pada hati kami,
Mengingatkan kami pada sejarah,
Yang akan membawa kami pada kenangan
Indah.

Komentar
Posting Komentar