Puisi|- Panggilan Ayam Jantan
Kala langit telah menghitam
Bumi tersendu-sendu,
Menangis dan bersedih
Semuanya sangat lain,semuanya berbeda
Semuanya terlelap dalam gelap.
Kala itu waktu berhenti
Dunia pun mati
Manusia pun tak lagi riuh
Sekarang mereka tak lagi
bergemuruh.
Hewan-hewan pun mengikutinya
Tersentak dan terhenti
Tersipu malu
Dan menutup diri.
Hingga tiba waktunya,ia datang
Dan mengawalinya
Lalu terbangun dan berteriak,
Membangunkan dunia.
Dunia sontak hidup
Manusia mengikutinya
Semua tergugah
Terbangun dari mimpi indah.
Lalu akhirnya,
Setelah semua berada dalam nyata
Sang surya terpanggil,
Dan mulai naik dengan sinar
Indahnya.
Kala itu lembar baru terbuka
Manusia pun mengawali harinya
Semua bermula dari teriakan itu
Teriakan yang memunculkan pagi
Teriakan yang menumbuhkan mimpi.
Bumi tersendu-sendu,
Menangis dan bersedih
Semuanya sangat lain,semuanya berbeda
Semuanya terlelap dalam gelap.
Kala itu waktu berhenti
Dunia pun mati
Manusia pun tak lagi riuh
Sekarang mereka tak lagi
bergemuruh.
Hewan-hewan pun mengikutinya
Tersentak dan terhenti
Tersipu malu
Dan menutup diri.
Hingga tiba waktunya,ia datang
Dan mengawalinya
Lalu terbangun dan berteriak,
Membangunkan dunia.
Dunia sontak hidup
Manusia mengikutinya
Semua tergugah
Terbangun dari mimpi indah.
Lalu akhirnya,
Setelah semua berada dalam nyata
Sang surya terpanggil,
Dan mulai naik dengan sinar
Indahnya.
Kala itu lembar baru terbuka
Manusia pun mengawali harinya
Semua bermula dari teriakan itu
Teriakan yang memunculkan pagi
Teriakan yang menumbuhkan mimpi.

Komentar
Posting Komentar