Puisi|- Ibu Lentera Kehidupan
Ibu,saat kau bersusah payah
Saat kau kuat untukku
Saat kau berkorban untukku
Saat itu aku buta akan cinta tulusmu
Aku,begitu bodoh hal ketulusan
Cintamu sepanjang hayat
Menembus ketinggian langit
Menusuk inti bumi
Saat kau merasakan kanker ganas
Yang merenggut nyawamu
Aku hanya bisa terdiam,melihatmu dalam
sakit yang mendalam.
Saat tiba waktumu berpulang
Tangis ini,sudah tak berguna lagi
Ibu,kali ini aku sepi tanpamu
Hari-hariku gelap
Karena lenteraku telah padam
Lorong penyesalan,selalu menimbulkan
sakit yang mendalam
Ibu,kaulah sejatinya cinta
Kaulah sejatinya manusia mulia
Pesan terakhirmu sungguh menusuk batinku
Menikamku dengan belati tertajam,yang tak pernah aku bayangkan
Saat kau masih disini
Kasihmu tak berbalas
Kata-kataku begitu menyiksamu
Mulut ini memang kejam,tak tahu jerih
payah pengorbananmu
Kini,semuanya sia-sia
Tangis ini tak berguna
Hanya Doa yang bisa ku beri padamu
Semoga kau tak merasakan sakit lagi,
Semoga kau bahagia di surga.
Saat kau kuat untukku
Saat kau berkorban untukku
Saat itu aku buta akan cinta tulusmu
Aku,begitu bodoh hal ketulusan
Cintamu sepanjang hayat
Menembus ketinggian langit
Menusuk inti bumi
Saat kau merasakan kanker ganas
Yang merenggut nyawamu
Aku hanya bisa terdiam,melihatmu dalam
sakit yang mendalam.
Saat tiba waktumu berpulang
Tangis ini,sudah tak berguna lagi
Ibu,kali ini aku sepi tanpamu
Hari-hariku gelap
Karena lenteraku telah padam
Lorong penyesalan,selalu menimbulkan
sakit yang mendalam
Ibu,kaulah sejatinya cinta
Kaulah sejatinya manusia mulia
Pesan terakhirmu sungguh menusuk batinku
Menikamku dengan belati tertajam,yang tak pernah aku bayangkan
Saat kau masih disini
Kasihmu tak berbalas
Kata-kataku begitu menyiksamu
Mulut ini memang kejam,tak tahu jerih
payah pengorbananmu
Kini,semuanya sia-sia
Tangis ini tak berguna
Hanya Doa yang bisa ku beri padamu
Semoga kau tak merasakan sakit lagi,
Semoga kau bahagia di surga.

Komentar
Posting Komentar