Experience|- First Experience Climbing The Mountain

     Mendaki,beberapa waktu lalu impian seorang mahluk bernama manusia telah tercapai.walaupun belum sempurna setidaknya manusia itu telah merasakan impiannya.impian manusia itu adalah mendaki gunung,merasakan mentari terbit di bumi yang tinggi namun dekat sekali dengan langit.Manusia itu tidak lain dan tidak bukan adalah diriku.Ya,8-12-2018 yang lalu adalah sebuah momen bersejarah dalam hidupku impian yang aku dambakan akhirnya dapat kutuntaskan dengan bahagia.Hari itu,Semesta seakan menjawab angan-anganku.melihat mentari terbujur indah di gunung yang tinggi nan gagah berdiri.awal mula mimpi mendakiku,bukan karena cerita teman atau keluarga atau saudara.melainkan lewat sebuah film,ya film 5cm judulnya.
          Film itu adalah adaptasi dari novel best seller karya Dhony Dhirgantoro.novelnya diterbitkan oleh PT.Gramedia Widiasarana Indonesia,pada 21 Mei 2005 telah beredar dipasaran.novelnya sangat laris dipasaran,novel dengan judul 5cm karangan Dhony Dhirgantoro telah terjual hampir 100 ribu copy.kesuksesan itu membuat novel tersebut diangkat dalam sebuah film oleh rumah produksi film SORAYA INTERCINE FILM,pada tahun 2008.
Akhirnya Dhony,menandatangani  kontrak dengan rumah produksi film tersebut.dan pada 12-12-2012 film tersebut terbit.memang film dan novel tersebut sangat menginspirasi banyak orang didalamnya berkisah tentang 5 orang sahabat yang berteman selama 10 tahun dan mereka memutuskan untuk keluar dari zona nyaman mereka yaitu tidak ketemuan ,dan tidak boleh berkomunikasi lewat sarana apapun satu sama lain selama 3 bulan.kemudian pada tanggal 14 agustus,tepat 3 bulan sesuai perjanjian mereka akan bertemu di stasiun senen untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke malang menuju Mahameru puncak tertinggi jawa.akhirnya mereka berhasil sampai ke puncak mahameru dengan  penuh rintangan dan hambatan.diakhir cerita ditutup dengan persahabatan seumur hidup,walaupun sudah berkeluarga mereka ber 5 tetap bersahabat.anak-anak mereka bersekolah dalam satu sekolah yang sama,juga bersahabat seperti orang tuanya.sebuah kisah yang sangat menginspirasi banyak orang termasuk saya didalamnya tersirat dan tersurat pesan akan mimpi,cita-cita,persahabatan,dan cinta.
         Film dan novel itu memang sangat menginspirasiku,darinya aku belajar untuk berani bermimpi,bercita-cita,punya sahabat,punya masa depan,dan hidup bahagia.hingga akhirnya aku berani bermimpi untuk mendaki seperti mereka.merasakan angin malam gunung,merasakan sangat dekat dengan Sang Pencipta,merasakan bahwa keindahan sangat sederhana walaupun kita harus bersusah payah meraihnya.8,Desember 2018 tepat jam 14.00 hari jum'at kami ber-6 berangakat menuju Sekartaji gunung wilis,untuk mendakinya. Perjalanan pertamaku sangat lah sulit dan tak mudah,penuh akan perjuangan,aroma mistis,dan kelucuan.
Awal pendakian pukul 15.15 di post penitipan motor.kemudian kami berjalan melewati kaki gunung wilis yang dihuni araeal persawahan hijau milik warga desa bajulan.sore hari yang indah setelah hujan gerimis melanda daerah itu,gunung wilis yang gagah yang biasanya  terlihat di jendela sekolah terlihat sangat jelas didepan kami.kami berenam mulai merasakan,euforia mendaki.sejuknya hawa pegunungan sehabis hujan,ramahnya penduduk lokal yang melintas,serta barisan pepohonan pinus yang berjajar rapi disekitar jalan yang kami lalui sangat menyetuh hati kami.membawa kami pada semesta yang seperti mendukung langkah kami.perjalanan demi perjalanan kami lalui dengan tawa renyah,gurauan,dan senyuman.kami semua terbawa oleh arus ketenangan yang sangat mengasyikkan dan mengobrak-abrik hati kami dalam kebahagian.
        Kurang lebih pukul 17.00 mentari mulai siap tenggelam dalam pembaringannya di ufuk barat.keindahan dan suasana hati kami terus terlelap dalam arus yang menyejukkan hati kami.Mata dan Hati kami sangat dimanjakan oleh ciptaan lukisan Tuhan yang berada dihadapan kami.kami sangat mensyukuri nya dengan pandangan mendalam dan senyuman,perlahan kami terbuai dengan apa yang kami lihat.Hari mulai gelap kami beristirahat sambil menikmati anugrah Tuhan yang sangat jelas didepan kami.sambil menunggu semuanya gelap kami menghabiskan waktu kami di pohon sambil melihat jingganya senja di ufuk barat.
         Akhirnya setelah adzan magrib berkumandang dan sinar jingga tidak terlihat lagi kami melanjutkan perjalanan menuju sekartaji,padang ilalang pertengahan gunung wilis yang indah.bisa dibilang sekartaji adalah surganya gunung wilis,karena disitu kita bisa melihat pabrik rokok gudang garam di Kediri,jalan raya Nganjuk-Solo,perumahan di sekitar kabupaten Nganjuk dan Kediri.perjalanan menuju tempat tujuan terasa sangat jauh pukul 19.00 kami masih berkutat dalam jalan setapak yang mulai menanjak dan samping kanan atau kiri adalah jurang yang sangat curam.itu cukup memacu adrenalin kami berenam karena alat penerangan yang kami punya hanyalah 3 buah senter yang kami pakai untuk menerangi jalan kami berenam.padahal itu sangat berbahaya seharusnya setiap orang memiliki alat penerangannya masing-masing namun,karena kami terlalu bersemangat untuk mendaki sehingga kami lupa mempersiapkannya.
          Kurang beberapa menit lagi menuju post sekartaji tujuan kami,kami dikejutkan dengan dua kejadian mistis.yang pertama adalah satu  teman kami kesurupan,namanya kak revi kakak kelasku kelas 12.namun kami tidak panik karena kak sari dan kak bagus sudah berpengalaman dalam menangani masalah seperti saat mendaki,karena mereka berkali-kali mendaki dan punya sedikit ilmu dan pengetahuan dalam menangani hal mistis seperti itu.Sementara kak sari dan bagus menangani kak revi,aku dan 2 temanku yang ikut mendaki yaitu syafa dan wahyu harap-harap cemas kak revi cepat sadar.setelah kurang lebih 30 menit terjebak dalam jalan setapak jalur pendakian gunung wilis,akhirnya kak revi sadar.kak revi diberi minum dan kami meneruskan pendakian  kami.
       Kejadian mistis yang kedua kami tersesat dalam jalan yang sama berkali-kali, menurut teman kami yang sudah berpengalaman dalam mendaki sekartaji yaitu kak sari,kak bagus,kak revi,dan syafa. Kami disesatkan oleh mahluk halus penunggu gunung wilis,namun kami pasrahkan semuanya pada Tuhan karena kami percaya gunung dan semesta adalah ciptaan Tuhan bukan milik mahluk halus.dan kami juga percaya Tuhan akan memberikan jalan bagi hamba-Nya yang tulus akan niatnya.Akhirnya pukul 20.00 kami sampai di sekartaji dengan penuh rasa lelah,bangga,bahagia dan hati yang bercampur-campur rasa.Awal waktu disekartaji kami melihat keindahan yang luarbiasa lampu-lampu kota,Pabrik rokok Internasional gudang garam Kediri yang sangat luas,dan jalan raya Nganjuk-Solo saling berkerlap-kerlip menyiangi suasana hati kami.semuanya terlihat sangat menakjubkan,bagai hidup dalam alam lain yang belum pernah kami datangi dan belum pernah terjamah oleh manusia manapun.semuanya sangat indah,begitu indah sampai kami terhanyut dalam sebuah lorong di hati kami yang menghantarkan kami dalam altar imajinasi artistik keindahan tingkat tinggi yang akan selalu kami ingat dalam hidup kami.lorong yang akan selalu terbayang dan terngiang dalam otak kami hingga hari tua nanti,dan akan menjadi sebuah kisah klasik bagi keturunan kami di masa depan.
          Itulah pengalamanku "First Experience Climbing The Mountain" bagi kalian semua mahluk bernama manusia di seluruh dunia. Yang belum pernah menyatu dengan alam,merasakan sejuknya embun pagi pegunungan,merasakan berbagai rasa bangga,rasa euforia,rasa terindah,dan pengalaman yang e nggak akan  pernah kalian lupain seumur hidup kalian.cobalah apa yang telah saya coba,cobalah mencintai alam,mengenalnya,dan mendekatinya rasakan bola-bola berisi keindahan semesta di alam.buatlah cerita dan kisah untuk masa tua kalian,kisah yang akan selalu menemani hari tua kalian nanti dengan keindahan dan senyuman.Terkadang kita tak merasa bahagia dalam hidup,tidak ada salahnya mencoba mencari menemukan keindahan yang sejati di alam yang asri ini.Disini saya masih punya mimpi untuk mencapai bumi yang sangat dekat dengan langit lainnya.Yang harus kita lakukan terhadap mimpi-mimpi kita hanyalah mempercayainya,karena semesta tidak akan pernah diam melihat manusia bermimpi.Jum'at,8 Desember 2018 adalah awal baru,adalah lembaran baru,adalah mimpi yang tercapai,adalah angan yang terwujud,adalah doa yang didengar oleh semesta,adalah lentera dan pelita menuju samudra dan benua kehidupan yang masih begitu dalam dan luasnya.Aku yakin akan ada hari yang lain selain hari menggembirakan itu untuk lebih menemukan arti hidup.karena aku percaya setiap kita punya mimpi semesta akan mengamininya.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer