Philosophy|- Filsafat Sakit

Sakit,Aku yakin semua orang didunia ini tak akan mau terkena penyakit.Namun, Apakah kita bisa mengelaknya tentu tidak bukan?.Sakit merupakan sesuatu yang tidak bisa kita hindari,kita hanya dapat menerimanya dan meresponnya.dalam sebuah respon ketika orang menderita sebuah penyakit,orang cenderung memberikan respon yang bermacam-macam dan berbeda.Itu semua wajar karena kita memang tercipta dari sebuah gen yang berbeda,tidak ada gen yang 100% Kembar identik didunia ini sekalipun ada manusia yang tercipta sebagai saudara kembar pasti ada perbedaan diantara keduanya.
           Tuhan tidak akan menciptakan mahluk yang sama sekalipun menempatkan nya dalam rahim yang sama.Banyak para ilmuan diseluruh dunia telah berpendapat,tidak ada sidik jari manusia yang kembar didunia ini.dari sekitar 7,6 miliar orang didunia memiliki sidik jarinya masing-masing.Itulah yang membuat setiap orang memiliki perbedaan dalam kehiduapan.Kembali lagi kepada topik sakit,Sakit memang tak terduga banyak orang yang menyiasati sakit dengan menyiapkan banyak hal mulai dari menabung untuk biaya saat sakit hingga menggunakan jasa asuransi kesahatan.namun itu semua hanyalah usaha manusia semata secara fisik agar dapat memudahkan segala sesuatunya ketika sakit.
            Berbicara sakit,Aku ingin berbagi kisah tentang sakit,beberapa hari yang lalu aku baru saja terkena sakit demam berdarah,aku dirawat diklinik dekat rumahku selama 5 hari.Saat dirawat aku menemukan banyak pelajaran,di sebelah  bangku rawat ku terdapat kedua teman kecil satu kamarku yang berbeda.yang satu punya toko dan berkecukupan dan yang satu lagi orang tuanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan buruh serabutan.Kami bertiga sama-sama menderita penyakit demam berdarah,kami bertiga ditempatkan dalam satu kamar yang sama.Pandanganku tertuju pada anak kelas 3 sd yang orang tuanya adalah ibu rumah tangga dan buruh serabutan.mereka begitu sabar menerima ujian dari Tuhan,dalam ruangan itu aku tidak mendengar keluh kesah kedua orang tua anak kelas 3 sd itu.Aku sangat kagum,betapa tidak bayangkan saja gaji seorang buruh serabutan tak seberapa,namun mereka mengikuti alur Tuhan dengan bertawakal dan menyerahkan semua pada Tuhan yang menakdirkan semuanya.
            Peristiwa yang  terlihat di depanku seakan menjadi cambuk dan batu besar yang menghantam dan mencabik-cabik hatiku.Aku sadar saat ini aku adalah manusia yang kufur akan nikmat dan manusia yang tidak bersyukur.Ya,sebelum aku terkena penyakit demam berdarah aku mengira menjadi orang yang paling tidak bahagia sedunia.Karena aku merasa tidak punya teman dan aku merasa masa SMA sangat buruk dan jauh dari kata masa terindah seperti yang orang-orang bilang.
namun sakit mengubah jalanku,ternyata teman-temanku peduli padaku.Saat hari pertama aku sakit ternyata ketua kelasku,inisial A telah menyiapkan semuanya untuk membesukku.Dia mengirimi aku pesan lewat WA aku dirawat dikamar mana,akhirnya kurang lebih pukul 15.00 teman-temanku datang membesukku dengan membawa bingkisan sederhana.
         Hari itu cukup menyadarkanku bahwa aku harus selalu bersyukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa,karena Tuhan memang sangat mencintai mahluk-Nya.Tuhan memberikan sebuah jalan pada mahluknya untuk menemukan kehidupan terbaiknya.dan aku menemukannya lewat sakit yang aku derita beberapa hari yang lalu,sekarang aku telah sembuh dan bahagia dalam hidup.Terkadang bila kita bisa melihat sesuatu dari sisi yang lain,kita dapat memulai awal yang baru dalam kehidupan kita.Salah satunya sakit,bila kita memaknai sakit dengan sisi yang lain tentunya kita akan menemukan awal kehidupan yang baru yang dapat mengubah kehidupan kita menjadi lebih baik lagi.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer